FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Pembelajaran Jarak Jauh Bukan Hanya Daring

Pandemi Corona Virus Disease 2019  (Covid 19) memang melumpuhkan setiap sektor kehidupan, diantaranya adalah pendidikan, namun pendidikan kita tidak boleh lumpuh proses Belajar dan pembelajaran harus tetap berjalan, dan salah satu solusi yang di tawarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah dengan Belajar dari Rumah (BDR) dan salah satu pendekatan yang banyak di gunakan oleh satuan pendidikan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan/online (Daring) yang menggunakan gadget atau laptop serta akses internet.

Permasalahan yang muncul di kalangan orang tua dan masyarakat dalam hal ini banyak orang tua yang keberatan terutama bagi kalangan menengah kebawah dimana mereka masih banyak yang tidak memiliki gadget ataupun laptop, pun belum berhenti disana masalahnya kuota juga menjadi perdebatan yang sengit dikalangan orang tua peserta didik dan masyarakat.

Disisi lain, berdasarkan Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri, Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tanggal 15 Juni 2020 menyebutkan bahwa Satuan Pendidikan yang berada di Zona Kuning, Oranye dan Merah, dilarang melakukan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar dari Rumah (BDR).

Hal ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata karena di Kabupaten Subang masuk satu dari 22 kabupaten/kota (81 persen) yang Risiko Rendah (Zona Kuning)(pikobar.jabarprov.go.id 22/7/2020). Dalam hal ini, maka kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak boleh dilaksanakan, dan kita selaku pelaku pendidikan harus memahami dan mencari solusi sehingga Pembelajaran harus tetap berjalan tanpa ekses.

Dalam SE Kemendibud No. 15 Tahun 2020 menjelaskan bahwa Metode dan media Pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang di bagi kedalam dua pendekatan yaitu Daring (Dalam Jaringan) dan Luring (Luar Jaringan).

Hal ini yang menjadi titik tekan kita selaku pelaku pendidikan dalam menentukan pembelajaran yang akan di gunakan di sekolah dengan melihat berbagai aspek pendukung diantaranya Fasilitas/Akses Belajar Siswa, Fasilitas/Akses orang tua/pendamping, Fasilitas/Akses Guru dan Fasilitas/Akses Sekolah, aspek tersebutlah yang akan menentukan arah kebijakan pada satuan pendidikan, dan selaku satuan pendidikan tidak bisa memaksakan hanya dengan satu pendekatan daring saja yang pada prinsipnya harus menggunakan gadgat atau leptop serta jaringan internet dan ini sangat membebani bagi orang tua peserta didik yang berada dalam kalangan menengah kebawah.

Frame yang terbentuk dikalangan orang tua peserta didik dan masyarakat PJJ hanyalah Daring, padahal ada alternatif lain yakin Luring yang tidak memerlukan gadgat atau laptop serta jaringan, dimana dalam pendekatan Luring peserta didik bisa belajar menggunakan Radio, Televisi, Modul Belajar Mandiri dan Lembar Kerja, dan alat peraga yang terdapat di lingkungan rumah. ini merupakan jawaban terbaik dalam “kegalauan” orang tua peserta didik maupun masyarakat.

Secara teknis pendekatan luring tidak terlalu membebani orang tua peserta didik yang harus mempunyai/membeli gadgat atau lapotop, bisa memanfaat sarana yang ada baik itu di lingkungan rumah atau lingkungan sekitar dengan penyelarasan modul pembelajaran dari Guru.

Dari sudut pandang yang berbeda peran serta orang tua peserta didik dalam pembelajaran selama pandemi covid-19, sinergitas antara satuan pendidikan dan orang tua peserta didik tidak kalah pentingnya dalam permasalahan pembelajaran yang kita hadapi selama pademi covid-19. Dengan komunikasi yang baik antara satuan pendidikan dengan orang tua peserta didik dan masyarakat akan teranalisis kendala yang dihadapi selama pembelajaran jarak jauh baik itu secara daring ataupun luring sehingga bisa menjadi dasar menentukan kebijakan dalam satuan pendidikan.


Jayartih, Penulis adalah Guru di SMPN Tambakdahan Subang

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, 9 Pasien Covid-19 di RSUD Cideres Berangsur Membaik https://t.co/4EARTLNs6A
Dari Majalengka, AKP Wafdan Muttaqin Jabat Kasat Reskrim Subang https://t.co/XP8rSGKdiq
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Subang, Pada Senin 10 Agustus 2020 Bertambah Dua Orang https://t.co/T2YsqFTzTn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter