FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Pola Komunikasi Dalam Tradisi Seba Baduy di Kabupaten Lebak

Seba baduy adalah salah satu kegiatan atau tradisi yang di lakukan masyarakat baduy dalam mensyukuri hasil panen dalam satu tahun. Perayaan adat Seba, menurut warga Baduy, merupakan peninggalan leluhur tetua (Kokolot) yang harus dilaksanakan sekali dalam setiap tahun.

Acara itu digelar setelah musim panen ladang huma, bahkan tradisi sudah berlangsung ratusan tahun sejak jaman Kesultanan Banten di Kabupaten Serang. Namun, dalam upacara Seba kali ini, di lakukan di 2 (dua) tempat yaitu di pendopo Kabupaten Lebak dan Pendopo Provinsi.

Seba itu sendiri merupakan menyerahan hasil tani atau hasil bumi pada pemerintah setempat yang biasa kita sebut dengan upeti pada kerajaan namun beda halnya dengan upeti. Itu semua merupakan rasa syukur masyarakat baduy luar dan baduy dalam karena mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah, kegiatan seba ini tanpa ada paksaan dari manapun masyarakat baduy luar yang dipimpin oleh Jaro maupun baduy dalam yang dipimpin oleh Puun, bersama-sama berbondong-bondong membawa hasil tani tersebut pada pemerintahan yang saat itu diserahkan pada Bupati Lebak secara langsung di pendopo Kabupaten Lebak.

Kegiatan seba baduy harus dilakukan dengan berjalan kaki dari desa tempat mereka tinggal hingga menuju pusat kota Kabupaten Lebak tepatnya di Pendopo Kabupaten Lebak. Masyarkat baduy tidak di perbolehkan menggunakan kendaraan atau beralas kaki dalam perjalanannya.

Kegiatan Seba Baduy dilaksanakan oleh seluruh masyarakat suku Baduy, baik yang bertempat tinggal di Baduy Dalam maupun Baduy luar. Maksud dan tujuan dari kegiatan Seba Baduy ini sebagai penghormatan kepada pemerintah yang ada karena telah di ijinkan untuk menempati wilayah yang bukan milik masyarakat Baduy selain itu acara Seba dilakukan untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh leluhur mereka sebagai rasa syukur kepada tuhan yang maha kuasa.

Secara garis besar, upacara Seba Baduy diawali dengan berjalan kaki dari tempat tinggalnya hingga pusat pemerintahan setelah itu melakukan dengan do’a syukur bersama. Masyarakat Baduy percaya bahwa dengan melakukan kegiatan ini hasil panen tahun selanjutnya bisa lebih berlimpah dan jauh lebih baik lagi.

Situasi Komunikatif merupakan setting umum, setting diartikan sebagai ukuran ruang dan waktu sekaligus penataannya. Ukuran ruang atau penataan sesuatu ruangan diperlukan agar suatu peristiwa dapat terjadi. Berdasarkan pra penelitian prosesi ritual adat seba dilakukan dibeberapa tempat yaitu kantor Bupati Lebak- Banten, Kantor Gubernur Banten. Peristiwa komunikatif merupakan unit dasar dari tujuan deskriptif.

Suatu peristiwa tertentu diartikan sebagai seluruh unit komponen yang utuh. Dimulai dari tujuan umum komunikasi, topik umum yang sama, partisipan yang sama, varietas bahasa umum yang sama, tone yang sama, kaidah-kaidah yang sama untuk melakukan interaksi dalam setting yang sama. Secara konseptual berdasarkan pra penelitian prosesi upacara ritual seba berawal dari amanat leluhur mereka yang mewajibkah untuk melaksanakan pikukuh tersebut. Tindakan Komunikatif bisa diprediksi mencakup seruan, pujian, merendahkan diri, syukur, dan perintah.

Berdasarkan pra penelitian dalam prosesi ritual seba di pimpin oleh Jaro Tangtu atau Jaro pamerintahan. Dalam hal ini jaro memerintahkan untuk mengempulkan hasil panen yang nantinya akan di bawa untuk persembahan kepada pemerintahan Banten. Jika hasil panen tidak digunakan maka ritual ini tidak sempurna. Pentingnya subfokus yang menjadi acuan peneliti bagi penelitiannya yaitu untuk menjabarkan secara mendalam dan mendeskripsikan secara mendalam tentang kegiatan upacara Seba Baduy yang menjadi bahan penelitian. Subfokus menjadi alat untuk membedah tentang acara yang di teliti sehingga peneliti bisa mengetahui tentang apa yang terdapat di dalam kegiatan yang di teliti.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan tradisi etnografi komunikasi, teori subtantif yang diangkat yaitu interaksi simbolik dan pemusatan simbolis, dimana untuk menganalisis aktivitas komunikasi acara adat Seba Baduy Kabupaten Lebak Banten. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa acara Seba Baduy yaitu, acara dilakukan setelah melakukan beberapa persiapan dalam kegiatan masyarakat Baduy.

Persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan Seba yaitu, masyarakat baduy harus melakukan pembersihan diri atau mensucikan diri saat akan melakukan puasa di bulan kawalu dan Ngalaksa serta mengumpulkan hasil panen yang telah disisihkan untuk kegiatan Seba. Setelah semua persiapan dilakukan, masayrakat Baduy akan turun gunung berdasarkan waktu yang ditentukan oleh Puun.

Untuk tahun ini seba dilakukan pada tanggal 19 sampai 22 Mei 2017. Dalam kalender masyarakat Baduy Seba dilakukan pada bulan Safar atau bulan penyambutan tahun. Ada dau tempat yang mereka tuju untuk menjalankan Seba, yaitu Pendopo Kabupaten Lebak pada tanggal 20 Mei 2017 dan Pendopo Gubernur tanggal 21 Mei 2017. Untuk jam berlangsungnya Seba itu tidak dapat ditentukan dengan jelas jam berapanya, namun dilakukan saat sore menuju malam hari.

Peristiwa komunikatif dalam Acara Seba Baduy yaitu, tempat dilaksanakannya Seba ada 2 tempat yaitu pendopo Kabupaten dan Provinsi. Seba dihadiri oleh Jaro, Jaro Tangtu dan Dangka, masyrakat Baduy serta pemerintahan dalam kegiatan Seba. sebelum melakukan Seba, masyarakat Baduy melakukan beberapa persiapan dalam rangkaian Seba, diantaranya Kawalu, Ngalaksa, dan mengumpulkan hasil panen. tujuannya agar Seba sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh leluhur mereka.

Sedangkan tujuan dari Seba itu sendiri yaitu cara mereka berterimakasih dan bersilaturahmi kepada pemerintah serta memanjatkan syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas hasil panen yang mereka dapatkan. Isi pesan yang terkandung bersyukur kepada tuhan yang maha kuasa dan menjalankan perintah yang diberikan oleh leluhur masayrakat Baduy. Untuk bentuk pesan dalam Acara Seba Baduy yaitu menjaga silaturahmi serta berterimakasih kepada pemerintah dan menyatu dengan alam yang harus dijaga. Mereka lakukan dengan cara memberikan hasil panen dan berjalan kaki menuju tempat yang ditentukan.

Namun dalam Acara Seba ada aturan dan larangan yang harus ditegaskan. Aturannya yaitu penentuan tanggal dan tempat serta tata cara yang diperintahkan oleh Puun mereka. Untuk larangan, masyarakat Baduy yang sedang melakukan Seba tidak boleh menggunakan kendaraan umum menuju tempat tujuan dan dilarang bercanda dalam melakukan Seba. Seba termasuk dalam tipe peristiwa cerita. Tindakan komunikasi yang terdapat dalam Acara Seba Baduy terdapat 2 (dua) jenis tindakan, yaitu Verbal dan Nonverbal. Secara umum untuk verbal, masyrakat Baduy yang di pimpin Jaro mengucapkan salam saat


M. Ali Syamsuddin Amin, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Majalengka


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Subang Terima Penghargaan Sebagai Sahabat Anak dari Kak Seto https://t.co/2C1UWcfQB5
Kasus Covid-19 Bertambah, Subang Turun Level dengan Status Zona Hijau https://t.co/fNwbFlfRjP
Undang Dua Dinas, Bupati Bicara Soal Peluang Pengembangan Industri di Subang https://t.co/qpA3EhoUGq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter