FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Menguji Eksistensi UKM di Era New Normal

Penambahan kasus positif Covid -19 dibeberapa daerah masih menunjukan peningkatan angka yang cukup signifikan. Akan tetapi pemerintah pusat dan beberapa daerah sudah mulai melonggarkan pembatasan dengan memberlakukan PSBB transisi.

Bahkan, pemerintah akan mulai memberlakukan New Normal di daerah – daerah yang dinilai aman. Beberapa daerah mulai kembali membuka akses terhadap fasilitas – fasilitas umum seperti mall, pasar dan lain – lain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kondisi semacam ini tentunya memberikan angin segar bagi para pelaku UKM untuk berkarya kembali dan menjual produk mereka ke masyarakat.

Selain membuka fasilitas umum, PSBB transisi juga ditandai dengan dibukanya kembali sarana transportasi umum seperti bis antar kota, kereta api, pesawat dan yang lainnya. Kondisi tersebut akan memberikan kesempatan kepada para pelaku UKM untuk memasarkan produk mereka ke berbagai daerah.

Pemberlakuan PSBB selama ini memang diakui berpengaruh terhadap penurunan omset mereka. Adapun pembukaan kembali akses transportasi umum tersebut diharapkan akan memberikan kesempatan yang seluas – luasnya bagi mereka untuk bersaing dengan perusahaan – perusahaan besar yang lebih mapan.

Sebagaimana kita ketahui, pandemi Covid 19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap kegiatan perekonomian masyarakat. Banyak perusahaan besar yang memberhentikan karyawan akibat menurunnya omset yang berakibat pada kesanggupan perusahaan untuk membayar gaji para karyawannya. Walaupun saat ini pemerintah sudah memberlakukan new Normal, akan tetapi gelombang PHK tetap saja tidak bisa dihindari. Dalam kondisi seperti ini seharusnya UKM semestinya hadir memberikan solusi kepada masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan baru.

Pada era new normal seperti sekarang ini, pemerintah memang kembali membuka akses ekonomi dan transportasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Namun, daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih. Diperlukan waktu yang tidak sebentar serta proses yang sungguh – sungguh untuk meningkatkan daya beli masyarakat pasca pandemi. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi para pelaku UKM untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan daya beli masyarakat.

Di saat sebagian orang masih khawatir untuk keluar rumah karena alasan kesehatan, UKM seyogyanya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan strategi pemasaran serta pendistribusian barang secara tepat. Mengoptimalkan teknologi informasi melalui digital marketing merupakan salah satu inovasi yang perlu dilakukan oleh para pelaku UKM.

Untuk itu para pelaku UKM perlu terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan serta sejauh mana daya beli masyarakat. Selain itu para pelaku UKM juga perlu melakukan anailisis tentang kelebihan dan kelemahan produk dari para pesaing mereka agar mampu eksis serta melebarkan sayapnya. UKM sejatinya memiliki kelebihan dibandingkan dengan perusahaan – perusahaan besar.

Pada saat terjadi krisis ekonomi maupun resesi seperti sekarang ini, perusahaan – perusahaan besar dengan posturnya yang sangat “gemuk” tidak akan mampu bangkit dengan cepat. Mereka butuh proses yang cukup panjang serta modal yang tidak sedikit untuk bangkit kembali. Sebaliknya, UKM dengan posturnya yang lebih ramping akan lebih lincah dalam berkompetisi.

Adapun menyusun business plan yang tepat dan dapat dijadikan acuan merupakan langkah awal yang perlu dilakukan oleh para pelaku UKM sebelum menjalankan aktivitasnya. Kondisi masyarakat saat ini sejatinya menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku UKM dalam menyusun business plan secara realistis. Era new normal adalah sebuah masa dimana masyarakat mulai bangkit dari keterpurukan yang dialaminya. Oleh karenanya, analisis kebutuhan pasar serta daya beli masyaraakat hendaknya benar – benar diperhatikan agar UKM dapat benar–benar eksis.

Selain melakukan analisis terhadap kebutuhan dan daya beli masyarakat, diharapkan UKM juga melakukan analisis terhadap berbagai regulasi pemerintah yang berhubungan dengan UKM. Regulasi terkait pembuatan PIRT, label halal serta sertifikat dari BPOM yang mana hal ini penting bagi UMKM agar produknya bisa dijual secara bebas dan lebih luas lagi pemasaranya.
Kadang – kadang kondisi regulasi terkait hal perizinan di rasa bagi sebagian UKM sangat ribet dan banyak UKM yang tidak mengetahui terkait regulasi itu. Akibatnya, banyak produk mereka yang tidak bisa dipasarkan secara luas karena masalah perizinan produknya.

Di tengah kondisi saat ini di Era New Normal, UKM diharapkan mampu menghasilkan barang dan jasa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat. Saat ini UKM peran yang sangat penting untuk kembali bisa membangkitkan perekonomian bangsa yang selama beberapa bulan ke belakang mengalami keterpurukan akibat dampak dari adanya covid 19.

Dengan kondisi daya beli masyarakat yang masih rendah akibat gelombang PHK, diharapkan ketika UKM menyediakan barang dan jasa dengan harga yang relatif terjangkau, akan mampu meringankan masyarakat yang ingin belanja kebutuhan serta akan membuat UKM menghasilkan omset yang besar karena produknya banyak dibeli oleh masyarakat.

Selain itu UKM diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran produknya, bukan hanya lokal akan tetapi bisa secara nasional dan internasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui kementrian Koperasi dan UMKM bahwa saat ini diharapkan UMKM bisa naik kelas dengan cara melakukan inovasi produk dan memperluas jaringan pemasarannya bahkan bisa Go Internasional.
Akan tetapi untuk memperluas jaringan pemasarannya UKM harus melengkapi administrasi persyaratan produknya seperti PIRT, Label Halal dan BOPM dari pemerintah. Hal ini akan terwujud apabila ada sinergis antara para pelaku UKM dan Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh kementrian Koperasi dan UKM.

Saat ini UMKM diharapkan mampu menunjukkan eksistensinya dalam hal pemenuhan kebutuhan masyarakat serta pemenuhan kebutuhan lapangan pekerjaan. Jika hal ini bisa terwujud maka kondisi perekonomian saat ini akan segera bangkit dan tumbuh kembali. Hanya UKM yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat serta lapangan kerja dan menyediakan

Hadi Yusup Saputra, S.ANi, Tim Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Zakat

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Subang Terima Penghargaan Sebagai Sahabat Anak dari Kak Seto https://t.co/2C1UWcfQB5
Kasus Covid-19 Bertambah, Subang Turun Level dengan Status Zona Hijau https://t.co/fNwbFlfRjP
Undang Dua Dinas, Bupati Bicara Soal Peluang Pengembangan Industri di Subang https://t.co/qpA3EhoUGq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter