[OPINI] Penguatan Koordinasi, Jurus Jitu Melawan Corona

Virus corona menurut John Lonski laksana Black Swan bagi ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Black swan sendiri adalah istilah yang dipopulerkan oleh politmatematikawan, Nassim Nicholas Taleb sebagai sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi di dunia tetapi berdampak sangat besar, sangat lama, sulit diprediksi, sulit diatasi, dan berada di luar perkiraan  akal sehat.

Wabah Virus corona yang berkembang di Indonesia harus segera dibasmi melalui koordinasi seluruh elemen dan komponen bangsa. Dengan koordinasi yang kokoh diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Tujuannya satu yaitu agar Virus corona tersebut tidak merusak seluruh sendi dan tatanan ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pertahanan serta keamanan negara Indonesia.

Konteks dan lokus penyebaran Virus corona pun sangat cepat meluas, bahkan sulit untuk dibendung, karena pergerakannya mengikuti pergerakan orang yang terpapar. Pertama kali menyebar di Wuhan hingga sampai Indonesia khususnya Jakarta, hanya membutuhkan waktu beberapa pekan. Jakarta sebagai pintu utama sekaligus persilangan jalan menuju 34 Provinsi yang ada di Indonesia, menyebabkan virus tersebut telah menyebar ke 34 Provinsi.

OPINI LAINNYA:

[OPINI] Mudik Malu, Tak Mudik Rindu

[OPINI Perdamaian Dengan Corona?

[OPINI] Membangkitkan Budaya Prososial Masyarakat
Penguatan koordinasi
Virus corona yang telah membuat ekonomi global dalam keadaan resesi telah menggugah kesadaran semua pimpinan dunia untuk melakukan koordinasi dengan lebih baik. Kita harus tetap berbesar hati, karena Pemerintah pusat dan daerah telah sama-sama menyadari bahwa untuk keluar dari kepungan virus Corona hanya dapat dilakukan melalui upaya koordinasi.

Lama dan tingkat keparahan penyebaran virus Corona akan sangat tergantung pada sampai seberapa jauh koordinasi di antara pemangku kepentingan efektif dalam melakukan koordinasi dan kerja-sama. Saat ini, kita boleh agak lega, karena pemahaman antar daerah telah semakin jelas, bahwa kita tidak bisa mengalahkan dan tidak akan bisa keluar dari kepungan virus Corona tanpa ada koordinasi yang baik, terarah, terprogram, dan berkesinambungan.

Berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah pusat dalam bentuk penambahan anggaran diharapkan dapat membantu daerah dalam mengatasi penyebaran virus Corona. Dana tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam berjuang menekan dampak negatif  baik pada sisi kemanusiaan maupun ekonomi akibat virus Corona tersebut. Bantuan tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga sumber daya vital di bidang kesehatan, mitigasi dan penahanan bencana.
 
Mengumpulkan Amunisi Sentimen Positip
Dengan semakin tingginya tingkat kepanikan masyarakat telah menyebabkan dolar terus naik dari Rp14 ribu menjadi Rp 16 ribu. Untuk itu, pemerintah harus memperbaiki sentiment masyarakat agar dapat menjadi positif dalam penanganan pandemic virus Corona. Sementara itu, masyarakat juga harus menilai positip terhadap seluruh upaya yang dilakukan oleh pemerintah.

Persepsi negatif terhadap keseriusan penanganan yang dilakukan pemerintah akan mendorong percepatan resesi ekonomi di tingkat nasional. Agar hal itu tidak terjadi, maka seluruh masyarakat harus memberikan aspirasinya agar pemerintah mampu meningkatkan kinerjanya, bukan aspirasi yang hanya bersifat menjelek-jelekkan kerja keras pemerintah.

Kinerja perbankan yang hingga saat ini masih baik meskipun semua sektor yang terkait mengalami gangguan, perlu terus diupayakan agar tetap stabil. Gangguan yang dialami bank hanya terkait dengan pelayanan atau operasional, selain itu diharapkan tidak ada yang terkontamisasi. Seluruh faktor penyangga perbankan terutama sektor riil juga diharapkan dapat meminimalisasi ancaman virus Corona.

Kesehatan ekonomi tidak boleh terus menerus digerogoti oleh virus Corona. Proses penggerogotan harus segera diatasi agar tidak terjadi kontraksi ekonomi yang dalam. Pertumbuhan ekonomi yang hanya 2,5% harus terus didukung agar tidak terus menurun, apalagi menjadi minus. Oleh karena itu, keseriusan masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah yang sedang kerja keras menghentikan penyebaran virus Corona perlu terus ditingkatkan.

Memburuknya kondisi eksternal dan melemahnya permintaan dalam negeri akibat daya beli masyarakat yang melemah, termasuk bertambahnya jumlah pengangguran, dan ketiadaan pengadaan barang dan jasa harus segera diperbaiki.

Kunci keberhasilannya adalah adanya rasa optimis akan kemampuan melakukan recovery dalam waktu cepat. Untuk itu, upaya masyarakat untuk melakukan berbagai anjuran pemerintah seperti melakukan social distancing dalam sekala besar, WFH, dan anjuran lainnya harus secara ketat kita penuhi agar mata rantai penyebaran virus Corona dapat terputus.

Gejolak pasar keuangan yang sangat tidak stabil dan memburuknya kinerja sejumlah mitra dagang, membuat performen perekonomian menjadi semakin melemah. Hal itu sangat terkait dengan melemahnya sentiment bisnis yang bersifat negatif.

Naiknya tingkat inflasi dan ketatnya pasokan pangan dan depresi mata uang rupiah terhadap dollar AS diharapkan tetap bisa diatasi oleh Bank Indonesia, seiring dengan tambahan subsidi listrik, bantuan tunai dan bantuan pangan nontunai dari pemerintah.

Meskipun seluruh kegiatan ekonomi menurun, akan tetapi diharapkan tidak menyebabkan terjadinya tekanan pada ekonomi rumah tangga. Roda perekonomian rumah tangga yang saat ini berjalan terseok-seok, diharapkan dapat segera lancar, seiring dengan keseriusan koordinasi semua pihak.

Koordinasi yang dimaksud adalah kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melaksanaan tekad bersama membasmi virus Corona dengan tetap disiplin di dalam rumah, dan melakukan seluruh anjuran Pemerintah.
 
Tiada Gentar Melawan Virus Corona
Jika kita melihat bagaimana keseriusan negara-negara maju, dengan sarana dan prasarana kesehatan yang canggih, kuantitas dan kualitas SDM kesehatan yang memadai, ketaatan masyarakat terhadap himbauan pemerintah yang sangat tinggi, tingkat ekonomi masyarakat yang juga tinggi, toh tetap down dalam berhadapan dengan virus Corona. Bagaimana dengan Indonesia, dengan kondisi yang semua aspeknya berada di bawah mereka?
Jawabnya, belum tentu lebih buruk, karena kearifan lokal masyarakat Indonesia yang bisa bekerja sama, bantu membantu, saling pengertian, dan taat pada pimpinan, akan mampu mengatasi segala persoalan dengan baik. Seluruh kearifan lokal tersebut belum tentu dimiliki oleh masyarakat negara maju.   

Durasi pembatasan pergerakan orang dan kegiatan ekonomi yang ditindaklanjuti oleh otoritas keuangan nasional, akan mampu menurunkan tingkat guncangan ekonomi. Paket stimulus fiscal yang telah dirancang dengan baik oleh Pemerintah diharapkan juga dapat mengurangi himpitan ekonomi atas serangan virus Corona.

Langkah-langkah kebijakan yang mendesak harus berani diambil oleh pemerintah ketika hendak melindungan masyarakatnya baik secara ekonomi maupun kehidupannya. Saat ini, seluruh eksport dan impor barang ke dalam dan luar negeri terhenti, yang disebabkan oleh menurunnya tingkat konsumsi masyarakat, dan lesunya perekonomian di negara tujuan. Namun hal itu jangan menjadi penyebab keputusasaan kita.

Pembatasan Sosial Berskala Besar
Banyaknya masyarakat yang tidak melakukan kebijakan social distancing, seolah-olah kebijakan itu hanya berhenti pada tataran wacana. Jangan sampai, kebijakan itu hanya terhenti pada tataran birokrasi dan tidak diimplementasikan dengan ketat oleh seluruh unsur penegak kebijakan di lapangan.

Membuat kebijakan adalah hal yang sangat mudah, tetapi untuk menegakkan kebijakan itu adalah hal yang sangat sulit. Birokrasi penangangan Virus Corona yang berbelit-belit membuat proses penanganan menjadi semakin sulit membuahkan hasil maksimal.

Pada satu sisi penyebaran virus berlangsung begitu cepat, akan tetapi birokrasi untuk menerapkan PSBB pada suatu daerah sangat susah dan membutuhkan effort yang sangat berat, karena melewati birokrasi yang dibuat sulit.

Dokumen peraturan pemerintah dan Permenkes No 9 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar jangan hanya menjadi dokumen kearifan yang disimpan di tempat yang tinggi dan sulit untuk dijangkau, tetapi harus diaplikasikan sehinga bisa membumi.

Doa kita semua, semoga kondisi ekonomi di Indonesia tidak semakin kelam, di tengah meluasnya wabah Corona. Berbagai stimulus ekonomi yang sudah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah diharapkan dapat dirasakan lebih ‘nendang’ oleh masyarakat.

Stimulus tersebut juga diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus corona yang secara otomatis akan mengurangi dampak kehancuran ekonomi nasional. Kondisi perekonomia yang terjun bebas, akibat kekuatan destruktif black swan harus segera diatasi. Caranya adalah melalui pintu koordinasi.

Dr. Basrowi, Penulis adalah Pengamat Kebijakan Publik

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Usung Baterai 5.000 mAh, Ponsel Samsung Galaxy M11 Dibanderol Rp. 1 Jutaan https://t.co/rZAMh7uKhr
Kemenhub Tetap Konsisten, Arus Balik Mudik Tetap Dilarang https://t.co/BFem40KFQa
Ditegur Pakai Masker, Anggota Polrestabes Bandung Ngamuk https://t.co/qn2saGwco2
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter