FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Perbedaan Itu Indah Karena Bisa Bikin Kita Saling Mengenal



Suatu ketika sahabat Khalid bin Walid, Abdurrahman bin Auf, Bilal, dan Abu Dzar sedang berkumpul di dalam majelis, sementara Rasulullah saw tidak bersama mereka.

Mereka sedang membicarakan satu topik yang serius hingga Abu Dzar menyampaikan pendapatnya, “Aku mengusulkan agar pasukan diperlukan demikian dan demikian.”

BACA JUGA:
Pembahasan Raqib Atid, Malaikat Sang Pencatat Amal Baik dan Buruk Manusia
Amalan Setelah Bulan Ramadhan
Memaknai Kesungguhan Tobat Nabi Yunus, Ketika Hidup Dalam Perut Ikan Paus
Do'a Saat Anda Terkena Sakit Gigi, Masuk Angin dan Sakit Ringan Lainnya


“Tidak, itu adalah usulan yang salah” Bilal menyanggah.

“Beraninya engkau menyalahkanku, wahai anak wanita berkulit hitam?” Abu Dzar berkata.

Bilal terkejut dan marah. Ia langsung berdiri sambil berkata, “Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah SAW,” lalu Bilal pun pergi kepada Rasulullah saw.

Bilal pun menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada Rasulullah saw. Mendengar kisah tersebut Rasulullah marah dan air mukanya berubah.

Khawatir, Abu Dzar mendatangi Rasulullah dan berkata, Wahai, Rasulullah. Assalâmu ‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.”

Rasulullah pun bersabda, “Wahai, Abu Dzar. Engkau telah menghinakannya dengan merendahkan ibunya. Di dalam dirimu terdapat sifat jahiliyah.” (HR. Bukhari).

Abu Dzar terkejut dengan jawaban Rasulullah. Ia langsung menangis dan menghampiri Rasulullah, lalu berkata,

“Wahai, Rasulullah. Beristigfarlah untukku. Mintakanlah ampunan dari Allah untukku.”

Kemudian dia keluar dari masjid sambil menangis. Ia menghempaskan pipinya ke atas tanah dan berkata,

“Demi Allah, wahai Bilal.  Aku tidak akan mengangkat pipiku, kecuali engkau menginjaknya dengan kakimu. Engkaulah orang yang mulia dan akulah yang hina.”

Dari kisah di atas kita bisa belajar bahwa perbedaan baik itu suku dan warn kulit bukan alasan untuk saling menghina, sebaliknya kita berbeda suku, warna kulit dan bahasa itu untuk saling mengenal.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)

Ayat di atas menurut para mufasir melarang kita, manusia, untuk berbangga diri dengan nasab, warna kulit, suku dan dari daerah mana berasal. Sebaliknya dengan perbedaan tersebut kita diminta untuk saling mengenal agar sempurna kegiatan sosial kita menjadi lebih baik.

Selain itu rasisme juga bertentangan dari tauhid yang kita yakini. Kalimat Laa Ilaaha Illallah punya makna meniadakan superioritas apapun kecuali Allah swt dan meniadakan supremasi kulit hitam dan putih serta orang Arab atau non Arab.
 
Maka, mulai sekarang mari kita hargai segala perbedaan buat saling mengenal dan memahami bukan untuk saling bermusuhan yang justru akan membuat kerusakan di muka bumi.

Sumber: kumparan | Foto: Ilustrasi/Ist

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, 9 Pasien Covid-19 di RSUD Cideres Berangsur Membaik https://t.co/4EARTLNs6A
Dari Majalengka, AKP Wafdan Muttaqin Jabat Kasat Reskrim Subang https://t.co/XP8rSGKdiq
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Subang, Pada Senin 10 Agustus 2020 Bertambah Dua Orang https://t.co/T2YsqFTzTn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter