Sanggar Tari Nay Diganjar Predikat Pelestari Tari Klasik Sunda dari Kementerian Budaya

TINJAU SUBANG- Sanggar Tari Nay Sunda, mendapat penghargaan sebagai sanggar Pelestarian Tarian Klasik Sunda dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Penghargaan itu diberikan kepada Sanggar Tari Nay Sunda yang berada di Sukarahayu, Kelurahan Karanganyar, Subang itu karena dianggap sebagai sanggar yang konsen melestarikan tari dan seni tradisional dari usia dini.

Kabid nilai budaya dan karakter bangsa Deputi kordinator Kebudayaan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ilham Karim menyerahkan langsung kepada pembina Sanggar Nay Sunda Novianti Silviadi.

"Alhamdulillah ini penghargaan dan pengakuan yang sangat luar biasa bagi Sanggar Tari Nay Sunda. Ini menjadi motivasi kami untuk terus berkarya di bidang tari tradisional," ujar Novianti kepada TINTAHIJAU.com.

Sanggar Tari Nay Sunda ini berdiri sejak 13 November 2011. Sudah ratusan penari yang belajar di sana. Sementara pada tahun ini, sedikitnya 50 anak-anak belajar tari sunda. Dalam sepekan, hanya tiga hari (Selasa, Rabu dan Kamis) puluhan anak-anak ini latihan menari.

"Setiap harinya beda-beda tari. Misalnya hari Selasa, mereka belajar tari klasik sunda seperti tari wayang, topeng, tari tjetje soemantri, keurseus, hari Rabu tari rakyat ketuk tilu dan lainnya, dan hari Kamis tari klasik lagi," paparnya.

Tidak hanya untuk anak-anak usia PAUD, mereka yang belajar pun berasal dari SLTA dan mahasiswa. Dalam setiap bulannya, Sanggar Tari Nay Sunda menggelar pagelaran tari sebagai kenaikan kelas

"Kita tidak pernah ikut lomba, tapi anak didik sering ikut lomba dan jadi juara. Kita juga kerap diundnag untuk penyambutan duta besar Belgia italia, dan di Jambore Internasional Cibubur," jelasnya.

Yang membedakan Sanggar Tari Nay Sunda dan lainnya, semua anak didiknya tidak pungut uang sepeserpun. Tidak itu saja, sebelum latihan, mereka melakukan kegiatan agama lebih dulu. "Kita tanamkan sejak dini menjadi pribadi berbudaya dan tauhid. Mereka mahir nari tradisional, tapi agama mereka kuat," pungkasnya. [annas nashrullah l @JejakAnnas]


Follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemeriksaan SIKM Bikin Tol Cikampek Menuju Jakarta Macet Sejauh 3 KM https://t.co/WEMdXOpHNw
Hasil Rapid Test, Sebanyak 40 Tenaga Medis RSUD Cideres Negatif https://t.co/m69NPPNTan
Fakta di Balik Trendingnya Karakter Fizi pada Serial Animasi Upin dan Ipin https://t.co/Y8rQLD9X6D
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter