FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Warga Kasomalang Subang Didera Penyakit Berantai

TINJAU KASOMALANG- Sejak turun hujan akhir tahun lalu, warga di dua desa di Kecamatan Kasomalang, Subang didera penyakit berantai. Penyakit itu menyasar puluhan bahkan ratusan warga secara bergantian.

Sejak musim penghujan, puluhan warga di Desa Kasomalang Wetan dan Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang Subang menderita penyakit Chikungunya. Penyakit yang penderitanya lemas tak berdaya itu berasal dari nyamuk aides aegypti.

Chikungunya ini menyasar warga secara bergantian. Seorang warga RT 9/3 Desa Kasomalang Wetan, Deden FM yang baru sembuh dari Chikungunya, penyebaran penyakit ini bermula mewabah di Desa Kasomalang Kulon. Puluhan warga di Desa itu mengalami lemah seperti lumpuh dengan suhu badan panas.

"Awalnya tetangga saya, eh besoknya keluarga saya, ayah dan ibu termasuk saya. Yang lebih parah lagi di Kasomalang Kulon, jumlahnya banyak," kata Deden kepada TINTAHIJAU.com.

Di desa Kasomalang Wetan, kata Deden, hampir merata warga di daerahnya menderita Chikungunya. Minimal, dalam satu rumah satu anggota keluarga mengalami sakit musiman tersebut.

Ada yang unik cara warga mengobati Chikungunya ini. Selain mereka berobat ke rumah sakit, tidak sedikit dari warga yang menggunakan cara tradisional, dengan cara makan cacing gelang. Menurut Deden, pengobatan dengan konsumsi Cacing lebih efektif ketimbang harus ke rumah sakit.

Jika berobat di rumah sakit, harus menjalani perawatan sedikitnya tiga hari, dengan mengkonsumsi Cacing, hanya butuh waktu kurang dari 24 jam. "Sekarang warga sudah tahu solusinya kalau kena Chikungunya. Baru saja terasa panas, langsung makan Cacing, alhamdulillah sorenya bisa sehat lagi," imbuhnya.

Chikungunya adalah virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara atau vektor yaitu organisme yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk sama yang menyebabkan demam berdarah.

Virus chikungunya tidak bisa menyebar langsung dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini disebabkan virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Virus chikungunya termasuk ke dalam kelompok gen alfavirus dari famili Togaviridae yang banyak ditemukan di negara-negara tropis.

Umumnya nyamuk-nyamuk ini menyerang di siang hari. Namun gigitan dapat juga terjadi saat dini hari dan menjelang petang. Anda lebih rentan terserang saat berada di luar rumah, meski nyamuk Aedes aegypti juga dapat menyerang di dalam ruangan. [annas nashrullah l @JejakAnnas]

 

follow twitter @tintahiaucom


Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ingatkan Pemkab Subang, Pengamat: Dana Corona Jangan Timpang Tindih https://t.co/stIYM0tsuB
Microsoft Ungkapkan Adanya 40 Juta Orang yang Gunakan Skype Setiap Harinya https://t.co/0TU8k04boT
Polres Subang Akan Tindak Tegas Warga yang Masih Bergerombol https://t.co/fTOOxcw22O
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page