FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ini Kata BMKG Tentang Angin Kumbang di Majalengka

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Angin kencang atau angin kumbang melanda Majalengka dalam dua hari terakhir ini.

Soal aktivtitas angin kumbang ini, BMKG Kertajati menyebutkan berkecepatan maksimum 50Km/jam akan terjadi hingga dua hari kedepan dengan kecepatan bertambah 3km/jam yaitu 56Km/jam.

Angin kencang yang disebut angin kumbang ini beraifat kering dan panas dengan suhu maksimum 36 derajat celcius pada siang hari.

Prakirawan BMKG Kertajati-Majalengka Ahmad faa izyin mengatakan sebenarnya kondisi angin ini terjadi di Majalengka saat musim kemarau dimulai Juli hingga Oktober awal. menurutnya di Majalengka ada karakteristik khusus karena adanya Gunung Ciremai.

"Juga ada faktor lain yaitu regional wilayah lndonesia jika perbedaan tekanan udara di wilayah Australia dan Asia, seperti saat ini perbedaan tekanannya cukup tinggi bisa menyebabkan potensi pergerakan udara yang disebut angin kencang." kata Ahamd Ahad (13/9/2020)

Yang kedua menurutnya faktor lokal gunung Ciremai, angin ini berhembus dri Australia hingga Asia angin dari arah selatan gunung menuju arah timur, faktor lokal ini menimbulkan pertambahan kecepatan angin juga.

Maka dari itu kata dia pada saat musim kemarau biasanya angin kencang terjadi di Majalengka dan sekitarnya terdampak juga seperti Cirebon dan Kuningan bagian utara sebelah timur juga.

"Ini  juga berdasarkan penelitian saya dari tahun 2013 bahwa terjadi angin kencang yang disebut angin kumbang bersifat kering dan panas, saat ini dengan suhu maksimum 36derajat celcius pada siang hari dengan kelembaban udara yang rendah bisa 30% maka pada saat angin kencang hawanya panas dan kering dan terjadi tiap tahun di Majalengka sehingga disebut kota angin karena ada faktor lokal gunung Ciremai.

Ia juga mengatakan angin kencang diprediksi akan terjadi 2 haru kedepan dengan kecepatan 56km/jam ada peningkatan 3km/jam dari hari sabtu.

" Angin kencang ini bersifat fluktuatif tidak setiap hari. Bisa terjadi hanya dua, tiga hari sampai seminggu masih berpotensi angin kencang tapi setelah itu akan normal kembali tergantung dinamika atmosfirnya," pungkasnya.




FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Indeks Manufaktur Indonesia Tertinggi ke-2 di ASEAN https://t.co/NzQBwII1Bk
Menuju Industrialisasi, Ketua DPRD Subang: Jangan Lupakan Industri Pangan dan Wisata https://t.co/aYm0QnSwcR
Polres Majalengka Bekuk Komplotan Pelaku Bobol Baterai Tower https://t.co/ofR3jM47kX
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter