FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pegiat Lingkungan dan Seniman Majalengka Respon Aksi Warnai Batu Sungai

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Aksi mengecat bebatuan di sungai di Desa Jatipamor, Majalengka mendapat respon dari Pegiat Lingkungan Hidup.

Pegiat Lingkungan Hidup Adan Julias (23) Giri Madani Senter menilai kreasi semangat kemerdekaan di objek batu yang berada di sungai tersebut merupakan hal yang kurang patut dan bahkan masuk kepada pencemaran lingkungan.

"Ini masuk kategori merusak lingkungan dan pencemaran lingkungan dan mengganggu ekosistem yang ada di sekitar," kata Adan.

Senada dengan hal itu, Seniman Majalengka Aris Munandar (32) merasa prihatin atas kreasi di bebatuan sungai itu. Dia beralasan hal tersebut tidak mengamalkan sisi kreasi pada tempatnya.

BACA JUGA: Sambut Hari Kemerdekaan, Merah-Putih Warnai Batu Sungai Cideres Majalengka

"Kreativitas harus ditempatkan pada tempatnya bukan malah kebablasan, setelah kami mengonfirmasi perkara tersebut akhirnya maya mau menghapus kembali kreasi bersama dengam kami" ujar Aris .

Sementara seniman pengolah tanah Viky (26) mengatakan hal tersebut harus menyadari dari pribadi sendiri. "Karena perihal menjaga lingkungan itu berawal dari kesadaran diri sendiri ya seperti halnya merawat iman, merawat iman dengan tidak sembarangan dalam berkreasi" Pungkas Viky.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah, Ini Daftar Lengkapnya https://t.co/BLXJl1Mh5g
Dentuman Misterius Juga Pernah Terjadi di Luar Negeri https://t.co/N9XHkYlmhO
459 Terkonfirmasi Covid-19, Karawang Kembali ke Masuk Zona Merah https://t.co/DLAoukXesB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter