Inilah Kisah WNI Saat Memburu Sepeda Brompton Langka di London



Sepeda lipat merek Brompton tengah menjadi barang langka. Kereta angin buatan Inggris itu jadi buruan banyak kalangan seiring minat masyarakat akan sepeda yang melonjak sejak pandemi COVID-19.

Harga Brompton di pasaran pun meroket. Namun, ada warga negara Indonesia (WNI) di London yang menjadi kolektor Brompton. Namanya Wahyu Hansudi.

Pria asal Blitar, Jawa Timur yang menjalankan agen perjalanan Britania Tour itu getol berburu Brompton.

BACA JUGA:
Kreuz, Sepeda Lipat Mirip Brompton Racikan Barudak Bandung
Walau Punya Bentuk Serupa, Ini Perbedaan Sepeda Kreuz dan Brompton
Ternyata Ini yang Bikin Sepeda Brompton Harganya Mahal
Akhirnya Terungkap, Harga Wajar Sepeda Brompton

“Ini sudah ada empat, yang tiga masih baru dan kardusan, satu lagi pre-owned (bekas, red),” ujar Wahyu melalui panggilan video seperti yang kami kutip melalui laman jpnn.com.

Wahyu pun harus rajin blusukan di Negeri Ratu Elizabeth itu demi memperoleh Brompton incarannya. “Ini baru hasil pencarian di London saja, langsung ke penjual tanpa melalui situs lelang,” tuturnya.

Bapak dua anak itu memerinci, saat ini koleksinya yang berkualifikasi paling rendah adalah Brompton tipe M6L standar.

“Yang tertinggi CHPT3,” sebutnya. Menurut Wahyu, dirinya berburu Brompton yang spesifikasinya langka. Saat ini dia tengah mengincar Brompton tipe W12.

Meski sudah menjadi perantau di Inggris sejak 2002, Wahyu baru kesengsem pada Brompton sekitar 2018 silam. Ada tipe Brompton yang langsung membuatnya jatuh hati.

“Brompton pertama saya Explorer,” kata suami Wahyuningsih itu.

Belakangan intensitas Wahyu berburu Brompton langka bertambah saat masa pandemi COVID-19. Sebab, dia punya lebih banyak waktu luang.

“Sebelum pandemi sudah (mencari Brompton edisi khusus, red), tetapi tidak seintens sekarang, karena saat ini banyak waktu luang,” katanya.

Wahyu pun sudah mengeluarkan duit cukup banyak demi berburu Brompton. “Sudah sekitar GBP 10 ribuan (sekitar Rp 175 juta, red),” sebutnya sambil terkekeh.

Bagaimana jika Brompton koleksi Wahyu itu jadi incaran orang lain? Wahyu menjawab diplomatis.

“Selama harga cocok sih enggak apa-apa. Cuma kalau untuk koleksi yang rare kadang-kadang ada pikiran sayang juga kalau melepasnya, karena belum tentu bisa dapat lagi dan barang juga belum tentu ada,” ucap pria asal Desa Ampelgading, Kecamatan Kesamben, Blitar yang kini tinggal di North West, London itu.

Sumber: jpnn | Foto: Dok. Istimewa

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Selingkuh Sampai Punya Anak, Pebinor asal Majalengka Dijebloskan ke Penjara https://t.co/y78tjyXN3O
Subang - Majalengka Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Industri Super Koridor Ekonomi https://t.co/ej2Qeny1KQ
Tak Disadari Para OTG, Ternyata Paru-paru Mereka Memutih dan Rusak https://t.co/YVqrlL3ExI
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter