FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Penjelasan Ilmiah Soal Kalender Suku Maya Tentang Ramalan Kiamat 21 Juni



Jagat media sosial digemparkan dengan isu kiamat. Bahkan, tagar #kiamat dan topik Maya jadi trending topic di Twitter. Begini penjelasan ilmiah dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Informasi terjadinya kiamat ini dikaitkan dengan dengan tafsir kalender Suku Maya di mana menurut kalender Suku Maya mengindikasikan usia Bumi akan berakhir pada 21 Juni 2020. Kebetulan pula, di hari ini terjadi fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC) sehingga dugaan mengenai kabar ini kian liar.

"Tidak ada isu kiamat dari Suku Maya. Yang ada hanya akhir siklus panjang sistem kalender mereka. Artinya, setelah berakhir siklus itu, ya memulai siklus baru. Bukan berarti kiamat," ungkap Kepala Lapan Thomas Djamaluddin seperti yang kami kutip dari laman detikINET, Minggu (21/6/2020).

BACA JUGA:
Ilmuwan NASA dan ESA Temukan Bayi Kosmis yang Berusia 240 Tahun
Besok Akan Terjadi Gerhana Bulan dan Matahari, Catat Waktunya!
BMKG : Matahari Lockdown Timbulkan Pelemahan Magnet Bumi


Masyarakat pun diimbau agar tidak panik dengan isu yang beredar di media sosial ini. Ditegaskan Djamal yang merupakan profesor astronomi ini, siklus kalender tidak terkait dengan ramalan kiamat.

"Siklus kalender tidak terkait dengan ramalan kiamat. Kalau ada yang mengaitkan, abaikan saja. Sistem kalender mana pun, bila telah berakhir berarti memulai siklus baru. Tidak bisa ditafsirkan sebagai kiamat," ujarnya.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan kemunculan kiamat.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abas menguraikan penjelasan terkait tanda-tanda akan datangnya kiamat. Penjelasan itu termuat dalam hadis yang diriwayatkan Muslim.

"Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, nabi menyebutkan ada beberapa tanda bahwa kiamat itu akan tiba yaitu: asap, Dajjal, binatang besar, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam Alaihissalam, Ya'juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat, dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia ke Padang Mahsyar mereka," tulisnya.

Untuk itu dia meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan adanya informasi yang tidak jelas kebenarannya. "Karena tanda seperti yang ada dalam hadis nabi tersebut belum ada maka umat Islam diharap untuk tidak terpengaruh oleh berita-berita tersebut," ujar Anwar.

Sumber: detikINET | Foto: Ilustrasi/Brainberries

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Cara Mendidik Anak Agar Berani Menyampaikan Pendapat https://t.co/U350nxjhVW
Catat! Inilah Tips Aman Saat Main TikTok https://t.co/10EaEpXGiH
Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang https://t.co/AewFy3IRTb
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter