FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Digempur Industri, Majalengka Butuh Perda Lindung Lahan Pertanian

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Maraknya industri di Kabupaten Majalengka dinilai dapat mengancam keberlangsungan pertanian di kabupaten berjuluk Kota Angin itu. Alih fungsi lahan besar-besaran jadi pemicu munculnya kekhawatiran tersebut.

Apalagi, lahan pertanian yang kini berubah fungsi itu disinyalir merupakan lahan produktif. Akibatnya nanti bisa berdampak terhadap penurunan produksi padi dalam setiap kali musim panen.

"Pabrik-pabrik berdiri di sembilan kecamatan itu berada di lahan produktif. Dari sini sudah bisa terlihat kan dampaknya," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Boy Supangat, Sabtu (21/3/2020).

Terancamnya lahan pertanian tidak berhenti di situ. Pasalnya, seiring kehadiran pabrik, kerap diikuti oleh berdirinya bangunan-bangunan lain, seperti tempat kos dan warung. Pembuangan limbah yang sembarangan, semakin membuat masa depan sektor pertanian di Kabupaten Majalengka suram.

BERITA LAINNYA:

Pemprov Jabar Desak Pemkab Subang Untuk Buat Perda Sawah Abadi

Geluti Dunia Pertanian, Pemuda Ini Berpenghasilan Ratusan Juta Perbulan

Hima Agroteknologi Univ. Majalengka Gelar Seminar Sumber Daya Pertanian Berbasis Teknologi

"Ketika ada warga yang kekeuh (bergeming) tidak melepas lahan pertanian, ini akan menimbulkan masalah baru. Sebab, ketika lahan sawah itu dikelilingi oleh bangunan-bangunan, akan berdampak terhadap hasil, kuantitas dan kualitasnya," ujar dia.

Sementara itu, dalam suatu kesempatan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (KP3) Kabupaten Majalengka optimistis produksi padi masih aman hingga 15 tahun ke depan. Sikap optimistis itu berdasarkan data bahwa saat ini lahan pertanian dinilai masih cukup luas.

Dari data yang didapat, luas lahan pertanian saat ini di kisaran 50 ribu hektare. Dari jumlah luas itu, sekitar 30 ribu di antaranya masuk dalam katevori lahan pertanian berkelanjutan.

"Data luas lahan pertanian tersebut dari zaman Bupati Tutty (Tutty Hayati Anwar menjabat 1998-2008). Sementara sekarang kan sudah ada bangunan-bangunan. Selain pabrik, ada bandara, tol, tapi kok angkanya masih di kisaran itu. Lalu lahan berkelanjutan, riilnya seperti apa. Di mana saja lokasinya. Kan itu nggak muncul," tutur Boy.

Boy mengungkapkan, satu-satunya jalan untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Majalengka dengan kehadiran Perda Lindung Lahan Pertanian. "Itu (Perda Perda Lindung Lahan Pertanian) bentuk keberpihakan dan keseriusan pemerintah terhadap ketahanan pangan," tegas dia.

Sumber: SINDOnews
Foto: lustrasi: Lahan Sawah Berkurang (Foto Shutterstock)


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang https://t.co/AewFy3IRTb
Sudah 90 Persen, Pelabuhan Patimban Soft Launching Bulan November https://t.co/egV20TRUE8
Waspadai Ancaman Kekerasan, Pemkab Majalengka Godok Perda Perlindungan Anak https://t.co/VD62tYUI4i
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter