FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Hari Nurdiansyah, Pemuda Subang Ciptakan Puluhan Replika Pesawat, Peminatnya dari Luar Negeri

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Pemuda Subang Hari Nurdiansyah sukses menciptakan replika sejumlah pesawat. Karyanya itu kini diminati Pasar Dunia.

Hari menekuni pembuatan replika Pesawat ini sejak akhir 2017 lalu. Puluhan karyanya sudah beredar ke sejumlah Provinsi di Indonesia, bahkan diminati luar negeri seperti Malaysia, Austria, Nigeria, Qatar dan Afrika Selatan.

Karya kreatif Hari yang sudah dibuat replika pesawat seperti Cesna 182, Cesna 172, Cargo Transtal C160, Herkules C130, Cesna Caravan, Pilatus, Jet type Sukhoi, F16, pesawat penumpang type boing 737, Airbus A320, boing 777. "Kalau di dalam negeri ada yang dari Surabaya, Jakarta, Bogor, Semarang, Kalimantan, Cirebon, Papua dan lainnya," kata Hari kepada TINTAHIJAU.com.

Pesawat buatan warga yang menempati rumah kontrakan di Jl. Otista Gg. Cendrawasih Subang itu bisa terbang dengan ketinggian kisaran 100 m dari permukaan tanah dengan jarak kurang lebih 6 Km sampai 10 kilometer.

Karena dibekali batrai sebagai alat untuk menerbangkan pesawat, durasi terbang pesawat disesuaikan dengan kemampuan batrai. "Kalo diambil rata-rata terbang untuk batre 2200 Mah sekitar 25-30 menitan. Klo bahan bakar bensin bisa sampe 1- 1.5 jam," terangnya.

Awal mulai kecintaan Hari membuat replika pesawat itu karena ketertarikannya di dunia aero. Inspirasinya adalah pedagang pesawat mainan dari bahan gabus.

"Dari situlah mulai berfikir gimana caranya saya bisa membuat dengan menggunakan penggerak agar pesawat bisa terbang dengan tidak ada bassic sedikitpun tentang ilmu aerodinamika," terangnya.

Melangkah dari situ, Hari mulai mengeksekusi idenya. Dengan memanfaatkan Polyfoam dan kayu balsa, Hari mulai memulai. "Awal membuat replika pesanan dari anggota TNI yang ingin dibuatkan jenis helicopter bell dan apache dari kayu," terangnya.

Pada awal pembuatan, pesawat buatan Hari selalu gagal terbang. Berusaha mencari informasi, tanpa lelah Hari berjuang untuk karyanya bisa terbang di udara.

"Dari beberapa percobaan banyak yang crash (gagal) karena tidak mengetahui ilmu keaerodinamikaan tersebut. Tapi dari kegagalan tersebut akhirnya diuliklah bagaimana cara mengetahui apa itu yang namanya Chord, airfoil, wingspan, fussalage, titik grafitasi, dan lainnya. Alhamdulillah akhirnya bisa juga," kata Hari bangga

Seorang anggota TNI Lanud Iswahyudi menjadi konsumen pertama Hari. Pesanan anggota TNI yang juga mekanik pesawat tempur itu memacu Hari terus berkarya. Hasilnya, dia posting di social media.

"Alhamdulillah dari situ ada pesanan dari beberapa daerah, malah ada yang dari luar negeri," terangnya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah 17 Macam Mandi yang Disunahkan Dalam Islam https://t.co/Qkdux3Hmey
Jaga Bahasa Ibu, Wabup Subang: Aktifkan Lagi Rabu Nyunda https://t.co/uR7D6u2nfc
Kejari Subang Berambisi Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi https://t.co/BgGku3P4V9
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page