FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tugas Berat Duta Perpusatakaan Majalengka di Era Digital

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Widianti Anita Faridah dan Abuzar Algifari didaulat sebagai Duta Perpustakaan Majalengka. Tugas berat menanti sepak terjang keduanya, menghidupkan perpustakaan di era digital.

Menjadi Duta Perpustakaan, Widianti dan Ipank, panggilan Abuzar Al-Gifari, dituntut untuk menghidupkan dan menggairahkan perpusatakaan. Sekilas tugas itu tampak sederhana, namun di era industri 4.0 yang semuanya bisa diakses lewat internet, tugas itu menjadi tantangan berat keduanya.


Indeks Budaya Baca di Majalengka Masih Rendah
Komunitas Tong Loba Omong Majalengka Ajak Warga Budayakan Membaca
Babinsa di Majalengka Manfaatkan Motor Jadi Pustaka Keliling


Ini belum lagi keduanya memiliki kesibukan sendiri. Widianti mengajar di SMAN 1 Talaga sementara Ipank merupakan mahasiswa Universitas Majalengka. "Kita mengajak warga untuk kembali ke perpustakaan, menguatkan literasi yang saat ini, indeksnya cukup memprihatinkan," kata Widianti

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan Majalengka Ade Saefudin mengatakan indeks budaya baca di Majalengka yang baru 52.8% di bawah Jabar yaitu 60%. Karenanya, pemerintah setempat menerbikan surat edaran tentang Masyarakat Majalengka Membaca Buku (Gema Macaku). Program ini sebagai upaya meningkatan budaya membaca buku di kalangan masyarakat dan pejabat. "Gema Macaku ini bertujuan untuk meningkatkan indeks budaya baca dan menigkatkan kegiatan yang edukatif dan reaktif sampai ke pelosok desa," kata Ade

Program Gema Macaku secara resmi akan dideklarasikan pada Jumat (21/6/2019) besok oleh BUpati Majalengka Karna Sobahi. Gema Macaku ditandai dengan gerakan membaca buku selama 1 jam dari pukul 08.00 WIB-09.00 WIB.

"Menggerakkan pegawai, masyarakat, siswa, peserta didik di lingkungan kerja untuk melaksanakan kegiatan membaca buku bersama-sama Jumat, 21 Juni 2019 di tempat masing-masing dari pukul 08.00 WIB," kata Bupati Karna Sobahi

Di bagian lain, sejumlah komunitasi menggerakan budaya literasi dengan menggelar lapak di tempat pusat aktivitas warga. Komunitas Tong Loba Omong (Tolobong) misalnya, memanfaatkan waktu libur mengajak warga untuk banyak membaca ketimbang banyak bicara.

Bahkan Sertu Roni yang bertugas sebagai Babinsa Koramil 1704/Talaga Majalengka mengubah motornya menjadi perpustakaan mini keliling. Pada bagian belakang motor, dia tambah dengan tiga kotak berisi buku bacaan.


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

UMK Karawang Masih Tertinggi, Inilah Daftar Lengkap UMK 2020 di Jabar https://t.co/GJeiNk3M6g
SD di Majalengka Galang Dana Peduli Palestina https://t.co/EfgwVyL3LF
Petani di Pabuaran Subang Tewas Tersetrum Perangkap Tikus yang Dipasang Sendiri https://t.co/QRCVFzt50D
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page