FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kemarau Akibatkan Rawa di Majalengka Utara Kering

MAJALENGKA, TINTAHIAJU.com - Salah satu Rawa di Majalengka mengalami surut di musim kemarau. Sungai yang biasa dimanfaatkan untuk pengairan pertanian tak berfungai karena rawa mengering.

Hal itu seperti yang terjadi di Rawa Rancabeureum Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, hampir setiap tahun menjelang musim kemarau rawa seluas 250 hektar tersebut langsung surut dan kering.

Menurut warga setempat Rasdiah mengatakan rawa atau Situ Rancabeureum hanya berair di saat musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi. Dan surut begitu memasuki musim kemarau. Sehingha warga hanya bisa memanfaatkan air saat musm penghujan untuk pengairan areal sawah dan perkebunan.

“Air sudah mengering sejak dua bulan lalu, sekarang sebagian hanya basah beberapa bagian permukaan tanah,” katanya.

Saat musim kemarau kata Rasdiah sebagian kawasan rawa dimanfaatkan warga untuk berkebun. Ada yang berkebun cabai, kangkung darat, tembakau dan sejumlah perkebunan sayur lainnya. Hanya sebagian besar lahan dibiarkan telantar karena tak ada air untuk mengairi tanaman.

“Rancabeureum ini sudah parah, tak bisa menyimpan air. Begitu memasuki musim kemarau langsung menyusut dan kering. Sedangkan Situ Anggarararahan yang ada di ujung desa sebulan memasuki kemarau masih ada air yang tersisa," ungkapnya.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tekan Impor, Indonesia Sudah Bisa Produksi Bibit Ayam di Subang https://t.co/bNCIWdJJPP
Manfaat Tak Terduga dari Sentuhan Ibu Bagi Anak https://t.co/Gudtg8MZvx
Jalanan Mulus, Waktu Tempuh Bantarsari ke Subang Kota Hanya 15 Menit https://t.co/w9Lfg3EE0N
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page