FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kewajiban Bayar Zakat dan Besarannya di Kabupaten Subang dan Majalengka

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, masih ada satu amalan yang juga wajib dilaksanakan di bulan Ramadan, yakni Zakat. Zakat Fitrah harus ditunaikan bagi orang yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Selain itu, merupakan zakat yang wajib dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Intinya, zakat fitrah haruslah dikeluarkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.

Badan Zakat Nasional Subang dan Majalengka sudah mengeluarkan 'fatwa' besaran membayar zakat fitrah yang diuangkan yakni Rp27.500. Mereka membayar zakat di masing-masing Baznas hingga tingkat Desa. Meskipun, kebanyakan pembayaran zakat masih dilakukan dengan beras.

Membayar zakat adalah salah satu rukun Islam. Diriwayatkan dari Abdullah, bahwa Rasulullah bersabda, "Islam dibangun di atas lima dasar, yakni bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, mengerjakan haji, dan berpuasa pada bulan Ramadan." (H.R. Muslim).

Dalam sebuah hadis, disebutkan Rasulullah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadan kepada manusia yaitu satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum Muslimin.” (H.R. Bukhari)

Ketentuan, Perhitungan, dan Cara Bayar Zakat Fitrah dan Mal Zakat dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu zakat nafs (jiwa) atau zakat fitrah, dan zakat mal. Masing-masing zakat memiliki ketentuan dan penghitungan berbeda.

1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib ditunaikan seorang muslim dan muslimah ketika Ramadan hingga menjelang salat hari raya Idul fitri. Jika zakat fitrah dibayarkan setelah salat id, maka zakat tersebut tidak dianggap sebagai zakat, melainkan sedekah semata.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan diri orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan kotor serta untuk memberi makan kepada orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum salat id, maka itu adalah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya sesudah shalat id, maka itu hanyalah sekadar sedekah. ” (H.R. Abu Dawud)

Besaran satu sha' untuk zakat fitrah adalah empat kali tangkupan dua tangan. Oleh karenanya, besaran tersebut sulit dikonversikan ke dalam ukuran berat. Namun, menurut Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok setiap jiwa.

Selain itu, jenis dan kualitas makanan pokok yang dizakatkan sama dengan makanan pokok yang biasa dimakan sehari-hari. Makanan pokok ini dapat diganti dengan uang yang jumlahnya setara.

2. Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dibayarkan atas kepemilikan harta ketika sudah mencapai nishab. Zakat ini meliputi zakat penghasilan, pertanian, perniagaan, pertambangan, hasil ternak, emas, perak, dan sebagainya. Berbeda dengan zakat fitrah, pembayaran zakat mal ini harus segera dilaksanakan, dan tidak ditunda-tunda ketika syarat wajib zakat sudah terpenuhi. Dikutip dari Baznas, untuk zakat penghasilan, nishabnya adalah 524 kilogram atau dalam kisaran Rp 5.240.000,00.

Sementara itu, zakat emas diterapkan ketika muzakki memiliki nishab 85 gram emas, jika perak dengan nishab 595 gram. Zakat yang dibayarkan adalah 2,5 persen dari emas/perak yang dimiliki. Untuk zakat perdagangan, nishabnya adalah 85 gram emas, dengan tarif zakat 2,5 persen dan sudah mencapai setahun. Cara menghitung zakatnya adalah dengan mengalikan tarif zakat itu dari aset lancar dikurangi utang jangka pendek.

 


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Permudah Akses Internet, Diskominfo Subang Gratiskan Koneksi di 26 Kecamatan https://t.co/YWa800R6fL
Puluhan Pejabat Pemkab Majalengka Kembali Dites Swab https://t.co/PpxRmbCWE4
Ternyata ASN Boleh Berpoligami, Asal Ikuti Aturan Ini https://t.co/vDKb4PIX3J
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter