FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Selama Ramadan, Gunung Ciremai Ditutup dari Aktivitas Pendakian

KUNINGAN, TINTAHIAU.com - Semua jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai ditutup terhitung tanggal 5 Mei 2019 sampai dengan 4 Juni 2019. Rentang tanggal tersebut bertepatan dengan Ramadan 1440 Hijriyah. Demikian keputusan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

Penutupan sementara aktivitas pendakian gunung berapi tertinggi di Jawa Barat tersebut, diputuskan dan disampaikan BTNGC secara resmi melalui surat Pengumuman Nomor PG.06/T-33/TU/HMS/4/2019 tentang Penutupan Jalur Pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai, ditanda tangani Kepala Balai TNGC Kuswandono, tanggal 26 April 2019. "Benar, (surat pengumuman itu) baru kemarin kami keluarkan," ujar Kuswandono seperti dikutip dari Pikiran Rakyat

Sebagaimana dituangkan dalam surat pengumuman tersebut, Kuswandono lebih lanjut menyebutkan, alasan utama penutupan sementara jalur pendakian adalah dalam rangka pemulihan tumbuhan dan satwa liar serta pemeliharaan jalur pendakian. Penutupan jalur dari aktivitas pendakian selama sebulan penuh itu akan memberi kesempatan pada jalur untuk pulih secara alami disertai penataan jalur pendakian oleh pengelola.

“Hal apapun di dunia ini butuh istrirahat agar kondisinya kembali segar. Begitu juga dengan Gunung Ciremai, pasti butuh rehat meskipun hanya sejenak,” ujarnya.

Ditanya langkah apa saja yang akan dilakukan untuk mencegah kemungkinan ada pendaki berusaha memaksakan mendaki Ciremai dalam masa penutupan itu, Kuswandono menyebutkan, untuk mencegah itu pintu masuk semua jalur pendakian Ciremai akan diawasi para pengelola jalur pendakian dan petugas BTNGC. Hal senada juga diungkapkan Romanu Barna, Ketua Tim Ranger jalur pendakian Ciremai jalur Linggarjati.

“Kalau dalam masa penutupan jalur nanti ketahuan ada yang mau mendaki melalui jalur ini, tentunya akan kami cegah,” ujar Romanu Barna, di pos pendaftaran pendaki Ciremai jalur Linggarjati, Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Sabtu 27April 2019.

Sandi Aditia, salah satu anggota kelompok masyarakat Pengelola Pendakian Gunung Ciremai jalur Palutungan menyebut, sebelum ada surat putusan BTNGC pun, para petugas Jalur Palutungan telah memutuskan bahwa selama Ramadan tahun ini jalur Pelutungan akan kembali ditutup total.

Diketahui, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat itu hampir setiap hari tak pernah nihil pendaki, terlebih pada setiap libur akhir pekan dan hari-hari libur nasional lainnya. Puncak Ciremai yang berketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut itu bisa dijangkau pendaki melalui empat jalur pendakian.

Keempat jalur itu, tiga di antaranya berada di belahan wilayah Kabupaten Kuningan. Terdiri atas Jalur Linggarjati di Desa Linggajati dan Jalur Linggasana di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus. Serta Jalur Palutungan di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Satu jalur sisanya ada di belahan wilayah Kabupaten Majalengka, yakni Jalur Apuy, Dusun Apuy, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1

Twitter Update

Goyang Bareng Cita-Citata di Wisata Air Panas Sari Ater Ciater Subang https://t.co/4541Sr5YE0
Akses Kertajati Belum Memadai, Penumpang Bisa Lari ke Halim https://t.co/OKBMx23vQo
Ratusan Pegiat Kolecer Ikuti Festival di Maja Majalengka https://t.co/LqM2apV0ht
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page