FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Emak Icih, Berkeliling Majalengka Kota Jajakan Kue Kering

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Seorang nenek di Majalengka memilih menjadi pedagang keliling ketimbang menjadi pengemis, dengan tekad positifnya itu justru banyak mengundang simpatik pembeli dan menjadi pelanggan setianya.

Icih (79) warga Blok Sabtu Desa Cikasarung Kecamatan Majalengka, adalah pedagang keliling yang sering singgah ke dinas-dinas instansi pemerintahan. Beberapa jenis makanan ringan seperti keripik singkong, keripik pisang, rangginang dan makaroni biasa memenuhi bakul kecil yang ia gendong dan kresek besar yang ia jinjing.

Usia renta Icih tak membuatnya malas beraktivitas. Setiap pukul. 10.00 Wib siang, nenek dengan 5 cucu bersiap menanti angkutan umum di jalan Desa Cikasarung menuju samping SMP Negeri 1 Majalengka. Setiap hari ia habiskan waktunya dengan hanya mengelilingi dinas dan instansi pemerintahan hingga pukul 16.00 Wib sore untuk berjualan.

Ia mengaku mendapatkan semua bahan dagangannya dari tetangga yang rumahnya tidak jauh dari kediamannya. Setiap hari sedikitnya Ma Icih bisa menjual hingga 50 bungkus jika sedang laku, namun tak jarang ia harus membawa sisa 4 atau 5 bungkus keripiknya.

"Alhamdulillah emak masih kuat jualan keliling, karena emak ngga mau jadi peminta-minta. Uang yang didapat cukup untuk hidup sehari-hari karena anak emak semuanya sudah berumah tangga," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, kedua anaknya berkali-kali menyuruhnya berhenti jualan keliling karena dikhawatirkan kesulitan menyebrangi jalan raya, namun ia mengaku sejauh ini baik-baik saja.

"Karena saya sudah tua, dua anak saya sering nyuruh berhenti jualan, tapi saya menolak kalo tidak jualan rasanya ga nyaman," tuturnya.

Diceritakannya, mengelilingi Majalengka kota baginya adalah hal yang sepele, karena sudah ia lakoni sejak anak-anaknya masih kecil dan saat itu ia berjualan kue basah menjualkan kue-kue orang. Sering bertambahnya usia kini ia memilih jenis keripik karena makanan ini ringan saat dibawa.

"Walaupun saya sudah tua, tapi saya sangat hapal jalan dan tempat-tempat biasa berhenti, sepanjang sehat saya masih bisa nyegat angkutan untuk pulang," katanya.

Atas kegigihannya dalam mengais rezeki halal, tak sedikit yang simpatik terhadapnya ada yang kembaliannya tidak diambil, ada yang menjadi pelanggan setianya dan juga ada yang memborong dagangannya.

"Alhamdulillah, sempat diborong bapak polisi (Kapolres-red) sehabis jumatan, emak bersyukur berjualan di sekitar kantor polisi ini tidak dilarang bahkan banyak yang membeli," katanya.

Diusianya yang sudah renta, Mak Icih dengan kondisi ekononi sederhana mengaku sejauh ini belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. "Mungkin karena emak dagang keliling jadi terlewat kalau ada bantuan pemerintah," ucapnya tertawa.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
ZYouTube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Layanan RSUD Ciereng Subang Kembali Jadi Sorotan https://t.co/sGXp1tpdID
Jelang Pelantikan Presiden, Ulama Subang Tolak Aksi Anarkis dan Teroris https://t.co/K1CWDp1wYE
Kemenag Majalengka Kirim 17 Peserta Pada MQK Tingkat Jabar https://t.co/B1hxGYvvBv
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page