PSK Subang dan Indramayu Hangatkan Bisnis Lendir di Bandung

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Praktik prostitusi terang-terangan di Kota Bandung tetap berdenyut. Selain di Saritem yang sudah ditutup tahun 2007, bisnis esek-esek mudah ditemui di pinggiran jalan kawasan setasiun Kota Bandung, Pasar Baru, hingga ke Cibadak.

Belasan Pekerja Seks Komersial (PSK) masih menjajakan dirinya setiap malam. Transaksi terbuka pun mudah dilihat. Tepat di belakang setasiun atau pintu selatan menuju jalan masuk Paskal Hypersquare, dalam hitungan jari dan remang-remang cahaya lampu, mereka menunggu tamunya.

Dari beberapa negosiasi dengan PSK tersebut, mereka membuka harga mulai dari Rp350 ribu untuk short time. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya hotel kelas melati langganan mereka. Mereka tidak mematok harga mati, tamu masih bisa menawar harga.

Sementara di kawasan Jl Kebon Jati sekitar Statsiun Hall yang lebih terang dan ramai, hanya dijumpai beberapa PSK saja. Salah seorang PSK menawarkan harga Rp150 ribu. Harga tersebut "jatuh" setelah tawar menawar. Sebelumnya, wanita paruh baya ini membuka harga Rp300 ribu dengan catatan bermain di hotel. Namun harga jadi "turun" karena opsi bermain di kosan tempat tinggalnya.

Begitu juga dengan beberapa PSK yang mangkal di sepanjang Jl Otista Pasar Baru, harga yang ditawarkan tidak berbeda jauh. Dalam menjalani profesinya, mereka ditemani beberapa pria yang bertugas untuk mengantar jemput selain menyelamatkan mereka ketika Satpol PP melakukan razia.

Menurut Somad, penjual Nasi Goreng di sekitar belakang stasiun kereta api, sebagian besar PSK yang mangkal di kawasan tersebut bukan orang Bandung. "Mereka pendatang dari Indramayu atau Subang," katanya.

Pendapatnya bisa saja betul, karena beberapa PSK yang ditemui berbicara dalam logat kedaerahan yang kental. Dalam pemberitaan sebelumnya, pengamat sosial sekaligus akademisi dari Universitas Padjadjaran, Sunyoto Usman, menjelaskan praktik prostitusi tetap berdenyut karena ada konsumen dan permintaan pasarnya besar. Ia menilai prostitusi sebagai bisnis menjanjikan dan para makelar bekerja sistemik dengan jaringan luas. [ayobandung.com]


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Antisipasi Dini Bencana, Tagana Subang Goes To School https://t.co/0L2fs2Cndr
Embat Motor di Pasar Malam, Warga Cirebon Babak Belur Dihakimi Massa https://t.co/hIsqTPOIXV
Pemuda asal Majalengka Masuk 3 Besar Pemuda Pelopor Tingkat Jabar https://t.co/eYsdTz1Zwa
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page