FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ngaku Wartawan, Warga Peras Kepala Sekolah Dengan Dalih Tak Naikkan Berita Negatif

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Ulah oknum wartawan yang memeras membuat gerah aparat desa/kelurahan atau kepala sekolah. Hal ini menjadi pemicu mereka tidak nyaman ketika ada wartawan yang datang menemui.

"Pernah juga ada yang datang, terus bilang 'ini nggak sesuai spek, itu nggak sesuai spek.' Padahal kan itu prosesnya belum selesai, bagaimana dibilang tidak sesuai spek. Anehnya, ketika pengerjaan itu dilakukan pihak ketiga, mereka nggak datang. Mereka datang saat pengerjaannya oleh pihak sekolah," kata salah satu kepala sekolah di Kabupaten Majalengka, Eef Saepudin, saat Workshop Jurnalistik bersama Kepala Sekolah dan Lurah se-Kecamatan Majalengka.

Bahkan tidak jarang dalam suatu kasus ada orang yang mengaku sebagai wartawan secara terang-terangan meminta sejumlah uang. Permintaan uang tersebut sebagai syarat untuk tidak menaikkan berita terkait cerita negatif tentang orang narasumber. "Namun kami yakin, itu bukan cerminan wartawan secara keseluruhan," kata dia.

Selain dua contoh kasus itu, masih banyak lagi kasus yang dialami oleh tenaga pengajar, khususnya kepala sekolah dan lurah ataupun desa. Yang jelas, kasus-kasus tersebut membuat mereka tidak nyaman dengan kehadiran tamu yang mengaku sebagai wartawan itu.

Terkait curhatan tersebut, Ketua PWI Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam mengatakan, wartawan profesional memiliki kode etik dalam menjalankan tugasnya. "Kalau sudah ada pemerasan, itu bisa diadukan ke polisi, sudah masuk pidana," jelas dia, selaku pembicara.

Senada dengan Jejep, wartawan senior Majalengka Tati Purnawati mengatakan, ada etika yang harus dijunjung tinggi oleh wartawan saat melakukan tugas di lapangan. Selain itu, wartawan yang liputan di lapangan pun tidak bisa memastikan apakah hasilnya bisa terbit atau tidak. Karena itu, maka tidak logis ketika ada wartawan yang mengancam akan menaikkan beritanya jika tidak mendapat imbalan.

"Kalau ada yang meras-meras begitu mah, laporin saja ke petugas berwajib. Kami juga sangat mendukung kalau ada yang mengaku wartawan terus meres dan akhirnya ditangani," jelas Tati, yang juga mantan ketua PWI Majalengka itu.

Worksop ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 tingkat Kabupaten Majalengka. Selain bersama aparat kelurahan dan kepala sekolah, workshop juga akan dilakukan di lingkungan kampus. Acara puncak HPN sendiri akan digelar pada 15 Februari 2019. [sindonews]



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Terserang Flu? Ini Sarapan yang Wajib Anda Konsumsi https://t.co/z3kkGWTwuf
Ini Profil Bupati Indramayu Supendi yang Terjaring KPK https://t.co/luMDByuV6T
Bupati Indramayu Terjaring OTT KPK, Terkait Kasus di Dinas PUPR? https://t.co/7aEftn2hr9
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page