Spektakuler, Tanah Jatiwangi Guncang Dunia Lewat Festival Musik Keramik

Spektakuler! Pembukaan Festival Musik Keramik yang diawali dengan irama musik dari bahan tanah itu berlangsung sukses dan me muka belasan ribu orang.

Rampak Genteng ini digelar di Eks Pabrik Gula Jatiwangi, Majalengka. Di tangan 11.000 seniman, alat musik yang terbuat dari tanah itu melahirkan nada indah dan menghanyutkan ribuan orang yang mendengar. Tak terkecuali Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

"Dari awal musik ditabuh saya langsung menikmati. Ini sangat luar biasa. Karena di dalamnya banyak pesan dan hikmah yang bisa dipetik dari rampak genteng ini," kata Moeldoko

[Foto] Rampak Genteng Awali Festival Musik Keramik Jatiwangi

Ungkapan kekaguman juga muncul dari Politisi PKB Maman Imanulhaq. MAman mengatakan Rampak Ghenteng ini merupakan ekspresi kegembiraan warga Jartiwangi yang peduli dengan kelestarian tanah dan air. "Menjaga lingkungan tanah dan air adalah ekspresi seni budaya rampak genteng yang kreatif adalah bentuk kearuifan lokal," kata Maman.

Mantan Bupati Majalengka Sutrisno juga sangat mengapresiasi Rampak Genteng yang telah mengangkat nama Jatiwangi hingga ke manca negara. "Tiga tahun lalu rampak genteng berjumlah 2 ribu peserta, sekarang 11ribu, semoga harapan warga Jatiwangi dalam memperingati tahun tanah ini membawa keberkahan dan kreativitasnya terus meningkat," harap Sutrisno.

Di balik keberhasilan Rampak Genteng ada tim kreatif dari Jatiwangi Art factory yang digawangi Ginggi Syar Hasyim. Kepala Disparopra Majalengka, Gatot Sulaeman mengaku bangga dengan sepak terjang dan inovasi JAF ini.

"Mulai kepanasan, dan akhirnya kehujanan. Tapi emreka tetap tegak di tempat. Ini sangat luar biasa. Semangat kebersamaan yang benar-ebnar luar biasa. Nilai gotong royong dan jatidir Jatiwangi. Selamat untuk JAF, Jatiwangi dan Majalengka.

Tidak hanya warga Indonesia yang hadir dan menikmati serta memainkan musik dari tanah tersebut. Sejumlah seniman mancanagera ikut menikmati festival tersebut. Belasan seniman dari Brazil, Australia, Jepang, Korea, dan Inggris akan ikut menyemarakkan event rutin tiga tahunan tersebut.

Rampak Genting merupakan tradisi membunyikan tanah Jatiwangi yang diselenggarakan setiap Tahun Tanah (tiga tahun sekali) tepatnya setiap tanggal 11 November. Ribuan warga, membuat alat musik dari tanah liat bersama-sama, untuk kemudian dibakar secara berjamaah hingga dimainkan dalam satu orkestra bersama.

Festival tersebut diselenggarakan oleh Jatiwangi Art Factory (JAF) sebagai perayaan musik keramik yang merupakan budaya khas di Jatiwangi. Festival ini pertama kali digelar pada 2012 lalu. Rampak Genting ini melibatkan 1.000 buruh, 70 jebor, 5.000 siswa, 32 komunitas dan 24 intansi. Rampak Genteng yang dirancang dengan platform terbuka bagi berbagai macam kunjungan, dari mulai wisatawan lokal dan mancanegara hingga berbagai macam pihak yang ingin terlibat secara voluntering dalam kerja bersama, seperti; mahasiswa, peneliti, musisi juga aktivis.

Rampak genting ini, didasari pemikiran wujud rasa penghormatan kepada para pendahulu kebudayaan Jatiwangi. Maklum saja, Kecamatan Jatiwangi merupakan gudang pabrik Genting sejak puluhan tahun lalu. "Kami persembahkan Rampak Genteng sebagai tanda istikomah yang tidak pernah lekang oleh waktu," tulis pada laman rampakgenteng.com. (Echa/Annas)


FOLLOW SOCMED
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 3
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Sehari Jelang Pensiun, Plt Bupati Subang Lantik 20 Kades https://t.co/P3zUNzuLL2
KPK Dikabarkan OTT di Kementerian Pemuda dan Olahraga https://t.co/gIp23tUIQ5
Sempat Panik, Ratusan Pejabat dan Kades di Sumedang test Urine https://t.co/xoP8781Jf1
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page