Selama Tiga Tahun, Angka ODHA di Majalengka Terus Meningkat

Dalam tiga tahun terakhir angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Majelngka mengalami peningkatan drastis, atau lebih dari 100%.

Data ini muncul pada saat Workshop Kolaborasi TB-HIV Kamis (07/12/2017) bertempat di Gedung SKB, Majalengka. Dari data yang ada, jumlah angka kesakitan HIV AIDS di Kabupaten Majalengka sejak taun 2013 terus mengalami peningktan. pada 2013 sebanyak 23 kasus, 2014 sebanyak 28 kasus, 2015 sebanyak 42 kasus, 2016 sebanyak 48 kasus dan terakhir sampai dengan bulan September 2017sudah ditemukan sebanyak 34 kasus HIV AIDS.

"Itupun masih diyakini sebagai situasi atau keadaan fenomena gunung es dengan Kontribusi terbanyak daripenularan melalui hubungan seksual. Masih dikatakannya Proporsi HIV AIDS menurut populasi Kunci kabupaten Majalengka tahun 2001 hingga September 2017 sebanyak 267 kasus. Pelanggan PSK 59 Kasus, WPS 52 Kasus, Pasangan resti 53 kasus, IDU 41 kasus, LSL 39 kasus, waria 7 kasus, ibu ke anak 12 kasus dan WBP/Napi 4 kasus," papar Kabid Sekunder Dinas Kesehatan Ucu Suoriyatna,  melalui Kasie Penanggulangan Kesehatan Masyarakat Bidang Sekunder Evi Fachlaleli,

"Hasil kegiatan sejak tahun 2013, telah dilakukan tes HIV kepada populasi kunci beresiko sebanyak  16.352 orang dari 23980 orang (68,19%) yang diperkirakan beresiko/ kelompok kunci berdasarkan estimasi kemenkes RI," imbuhnya

Kepala Dinas Kesehatan Majalengka H. Alimudin momentum Hari AIDS sedunia sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan kepemilikan semua pihak dalam pengendalian HIV AIDS dan menjadi perhatian utama di semua sektor. Selain itu penyebarluasan informasi tentang HIV-AIDS kepada masyarakat akan meningkakan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan HIV yang dimulai dari dri sendiri, keluarga dan masyarakat

Disamping itu kata Ali, pelaksanaan peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2017 dapat dijadikan sebagai momentum Gerakan Masyarakat untuk bersama sama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan tes HIV sehingga status HIV dapat segera diketahui, dan bila positif dapat segera mendapatkan pengobatan. Serta dari penyakit yang ditakutkan dan mematikan menjadi penyakit kronis yang dapat dikelola dan ada obatnya.

"Untuk menunjang dan menjamin terlaksananya upaya penanggulangans HIV AIDS yang selaras dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat ini, maka diperlukan adanya kebijakan dan strategi yang disepakati oleh semua pihak baik sektor pemerintah maupun swasta," tuturnya. [Echa]


Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Banner Kanan 1

Twitter Update

Tips dan Trik Efek Bokeh di Kamera Smartphone https://t.co/FLb1TwgN9S
Pembangunan Bandara Kertajati Majalengka Capai 85 persen https://t.co/irXbKLwnuj
Buah Rambutan Subang Banjiri Pasar Jabotabek https://t.co/AuGvHNnbn8
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page