Memasuki musim kemarau, ratusan hektare sawah di Subang, Jawa Barat, mengalami kekeringan parah. Akibatnya tanaman padi mulai mengering dan terancam gagal panen sehingga petani dipastikan merugi.

Sebanyak 200 hektare sawah di blok persawahan, Desa Ciasem Hilir dan Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Subang, mengalami kekeringan. Tanaman padi

Danramil Pabuaran yang didampingi Kapolsek Patokbeusi meninjau lokasi air irigasi yang tercemar limbah pabrik di Kampung Tanjungrasa, Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jumat (27/7/2018).

Danramil bersama rombongan yang tiba di lokasi itu langsung terjun mereka melakukan pengecekan air irigasi yang tercemar limbah pabrik yang warnanya

Air irigasi di daerah Kampung Tanjungrasa, Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Subang kondisinya memprihatinkan. Selain berwarna hitam, air irigasi itu bau busuk. Warga setempat mulai mengeluhkan kondisi ini.

Dampak dari pencemaran air itu, warga mulai mengeluhkan pusing dan mual. Tidak itu saja, tanaman padi dan palawija

Socmed kembali gaduh dengan status akun facebook Arkeolog Bandung Lutfi Yondri. Dia menyentil soal pembongkaran gedung Wisma Karya yang sudah menjadi bagian Cagar Budaya Subang

Status Lutfi yang diposting pada Senin (23/7/2018) malam kemarin dilengkapi dengan empat buah photo gambar pembongkaran area Gedung WIsma Karya. Hingga

Sebuah kendaraan bernopol F 440 WL yang dikemudikan Agam Ganjar (46) menabrak pagar jembatan Jon sungai Tarum Timur Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Subang, Senin (23/7/18).

Celakanya, setelah menabrak pagar, mobil yang datang dari arah Purwadadi menuju Sukamandi itu masih terus melaju dan masuk ke sungai.

Twitter Update

Ada yang kangen menu tradisional? Dapoer Samara Subang jagonya. Sistem prasmanan, menunya lengkap, harga terjangka… https://t.co/Uau1v1KaUH
Peristiwa Kebakaran di Majalengka Mengalami Peningkatan https://t.co/WHHHxzf6Dt
Dukun Cabul Garap Pelajar Hingga Tiga Kali https://t.co/FupNlTO5Xc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page