FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

4 Ton "Sampah" Pemilu di KPUD Subang Dijual?

TINJAU SUBANG- Sekitar 4 ton sampah bekas pelaksanaan Pemilu di Gudang KPUD Subang dijual. Pengangkutan sampah itu dengan menggunakan kendaraan truk.

Ahad (26/9/2015) siang, sebuah kendaraan bak terbuka parkir di depan Gudang KPUD yang berada di sebelah utara Kantor KPUD Subang. Sejumlah orang, sibuk mengangkut kertas bekas itu ke dalam truk. Sekitar pukul 12.30 setengah bak mobil truk sudah terisi kertas.

Di lokasi, tidak tampak pegawai KPUD Subang yang mengawasi full proses pengangkutan sampah tersebut, untuk memastikan mana sampah dan limbah Pemilu.

Sekretaris KPUD Purwani mengklaim, kertas-kertas itu bukan limbah, tapi sampah bekas pelaksanaan Pemilu beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kertas-kertas itu adalah kardus dan kertas bekas. "Itu sampah bukan limbah, sekitar 4 ton. Kertas-kertas itu kardus, dan kertas yang tidak terpakai, seperti format yang rusak hasil sortir dan tidak terpakai," kata Purwani kepada TINTAHIJAU.com, Ahad (26/9/2015)

Ia mengatakan, sampah-sampah itu terpaksa diangkut untuk tidak terkesan kumuh. Rencananya, kertas-kertas yang disebut sampah itu akan dijual. Purwani pun mengklaim ini dilakukan hasil keputusan komisioner KPUD. "Dijual kalau laku, lumayan daripada dibuang. Ini hasil keputusan komisioner," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi sampah yang dimaksud itu adalah limbah, Purwani membantah. Ia mengatakan limbah Pemilu seperti arsip dan surat suara atau lainnya masih aman di dalam gudang KPUD. Namun begitu, wacana akan menjual limbah itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Surat suara belum, untuk surat suara Pilgub bulan ini kita rapatkan, sementara Pilkada Desember. Kalau sudah 2 tahun harus dimusnahkan," terangnya.

Teknis pemusnahan itu, pihaknya belum memastikan, apakah akan dijual atau dimusnahkan dengan dibakar atau dileburkan. "Kalau laku dijual, hasilnya untuk kas negara. Kita akan bentuk tim dengan melibatkan Pemda dalam hal ini Irda," pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, Ketua KPUD Subang Periode 2003-2008, Husen Hardjadinata sempat berurusan soal hukum dan menjalani tahanan Lapas Klas II A Subang pada 2008 lalu. Ia ditahan terkait kasus penjualan surat suara pada Pemilu Legislatif 2004 lalu. [annas nashrullah l @jejakannas]

foto: trukpengangkut sampah pemilu KPUD Subang
follow twitter @tintahijaucom


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Majalengka Tiadakan Panggung Hiburan HUT RI https://t.co/LUC1N6naHt
Netizen Sorot Kegiatan Camping Ground Pejabat Subang https://t.co/VKOlWonbwy
Bupati Majalengka dan Keluarga Tes Swab, Sekda Ungkap Hasilnya https://t.co/mpcOnLvkML
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter