FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jatuh KOrban Jiwa, Polres Subang Lumpuhkan Nyamuk Aedes Aegypti

TINJAU SUBANG- Jumlah warga yang terjangkit demam berdarah (DBD) di Kabupaten Subang hingga Februari ini sudah tembus 217 orang. Bahkan, satu orang diantaranya menghembuskan nafas terakhir.

Aksi fogging atau pengasapan di linkungan warga dilakukan untuk untuk menekan jumlah warga yang terserang penyakit yang berasal dari nyamuk Aedes aegypti tersebut. Pada hari ini terpantau, pihak kepolisian dan Dinkes Subang melakukan pengasapan di daerah Pagaden.

Belasan petugas dari Dinas Kesehatan bersama personil kepolisian dan TNI melakukan aksi fooging di rumah warga. Tidak hanya rumah warga, penggasapan itu dilakukan kepada tempat-tempat yang ditenggarai menjadi bersarangnya nyamuk, seperti solokan, kandang dan tempat lainnya.

"Ini dilakukan sebagai rasa kepedulian kita terhadap banyaknya warga yang terjangkit demam berdarah. Karena menurut informasi jumlah penderita DBD sudah ratusan orang," kata Wakapolres Kompol Deddy Supriadi yang memimpin aksi pengasapan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Subang Budi Subiantoro memaparkan, pada bulan Januari hingga Februari ini jumlah pasien DBD sebanyak 217 orang. Budi menghimbau, sebagai upaya antisifasi, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.

Di bagian lain, aksi pengasapan juga dilakukan di daerah Subang Kota. Aksi Cepat Tepat atau ACT Jabar dan ACT Subang melakukan pengasapan di RW 26 Kelurahan Cigadung atau di lokasi yang terendam banjir pada beberapa pekan lalu. Aksi itu dilakukan guna mencegah serangan DBD yang ditimbulkan pascabanjir yang menyergap wilayah tersebut.

DBD adalah h infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. [annas nashrullah]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TRENDING TOPIC

Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Teknik Pertolongan Pertama Saat Serangan Jantung https://t.co/p29c8hHdFq
Longsor di Serangpanjang Subang Rusak 1 Sekolah dan 7 Rumah https://t.co/Wpit0aB8tv
Ashraf Sinclair Meninggal, Ariel Noah: Semoga BCL Kuat dan Tabah https://t.co/XSHeiUerQe
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page