FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Berebut Jabatan Ketua KUD Mina Fajar Sidik Blanakan Kisruh


Setelah ketua KUD Mina Fajar Sidik Blanakan, H. Ali meninggal, sampai saat ini KUD tersebut belum memiliki kepengurusan yang baru. Hal tersebut menimbulkan kekisruhan internal antar anggota kelompok koprasi tersebut.

Kepengurusan koperasi tersebut saat ini ada dua kubu, kubu pertama ingin meneruskan kepungurusan H. Ali sampai masa jabatannya selesai yaitu pada tahun 2014 dan kubu kedua ingin mengajukan penggantian kepemimpinan yang baru secara demokratis.

Massa kelompok nelayan KUD Mina Fajar Sidik Blanakan tersebut sesampainya didepan gedung DPRD Subang, langsung digiring masuk kedalam gedung untuk melakukan audiensi. Massa langsung diterima oleh Ketua dan Wakil Komisi B DPRD Subang, Sarmita Yusuf dan Nur Wibowo serta Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono.

Sekertaris KUD Mina Fajar Sidik Blanakan, H. Atin mengatakan bahwa pihaknya hanya mempasilitasi semua anggota koperasi yang ingin menentukan pilihannya. Perihal pemilihan ketua yang baru menurutnya akan dimusyawarahkan kembali. "Kita akan menggelar musyawarah kembali, hari ini belum ada keputusan," katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Subang, Nur Wibowo sangat menyayangkan tentang permasalahan yang terjadi didalam koperasi tersebut. Padahal peraturannya sudah jelas bahwa, menurut aturan yang tertuang dalam ADRT di pasal 35 tertulis bahwa (1).  bilamana anggota berhenti sebelum masa jabatannya habis, rapat pengurus dapat mengangkat penggantinya sampai dengan masa jabatan pengurus habis, dengan cara sebagai berikut: (a). Menunjuk salah seorang pengurus untuk merangkap jabatan anggota pengurus yang berhenti. (b). Mengangkat dari anggota yang memenuhi persyaratan sebagai mana diatur dalam pasal (31) ayat (4) untuk menduduki jabatan anggota pengurus.

(2). Pengangkatan pengganti anggota pengurus yang berhenti debagai mana dimaksud dalam ayat (1) harus mempertanggungjawabkan oleh pengurus dan disahkan dalam rapat anggota berikutnya. "Permasalahan ini harus diselesaikan sesuai aturan yang ada, jangan sampai ada intervensi dari pihak manapun," kata Bowo.

Ketua DPRD Subang, Bedi Rudiono mengatakan bahwa pihaknya akan mempasilitasi kedua kubu tersebut. Untuk keputusan tergantung kebijakan koprasi. "Saya akan memihak kepada perubahan yang membawa kearah yang lebih baik, masalah ini jangan sampai membuat kisruh," katanya.

Setelah melakukan audiesi tanpa ada keputusan yang jelas, massa membubarkan diri. Untuk menyelesaikan maslah internal KUD tersebut semua anggota koperasi akan menggelar musyawarah kembali. [Warlan putra | @warlanputra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ayam Geprek Sambal Matah khas Sugar Rush https://t.co/yGpF5CVN1m https://t.co/llYGDm63PW
Kejar SDGs, SEAMEO CECCEP Gelar Konferensi Internasional PAUD dan Pendidikan Keluarga https://t.co/ZulTLcfHvS
Belasan Pasang di Majalengka Terjaring Razia di Hotel dan Kostan https://t.co/lYUlRJdccT
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page