FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Bincang dengan Budiman Sudjatmiko: dari UU Desa sampai Tiket Nyapres


Dengan mengenakan baju batik dan iket kepala Mahkutawangsa putih lengkap dengan pin Kujang, Budiman menerangkan aktivitasnya itu yang terbilang berani, di tengah kebanyakan anggota DPR atau calon legislatif sibuk blusukan untuk meraih simpati dan tebar pesona ke daerah pemilihan (dapil).

Sekedar informasi, UU Desa yang baru disahkan itu, secara resmi belum disosiaslisasikan. Kalaupun Budiman blusukan ke daerah-daerah untuk sosialisasi, inisiator UU Desa itu punya alasan sendiri soal ini. "Secara resmi belum, tapi begtu disahkan, banyak orang yang ingin tahu penjelasannya. Untuk itu kita pasang ke website tapi ternyata mereka minta ketemu," kata Budiman saat berbincang dengan TINTAHIJAU.com, Sabtu (4/1/2013)

Budiman menjelaskan asal-usul pembuatan RUU Desa yang menjadi salah satu alasan didorongnya undang-undang tersebut. Kata politisi PDIP itu, pada zaman orba pembangunan diserahkan ke tekhnokrat di luar negeri, namun alih-alih berhasil, justru menumbuhkan prilaku korupsi.

Saat reformasi pembangunan itu hanya urusan yang berkuasa (politik), artinya hanya melibatkan eksekutif dan legislatif. Lagi-lagi, kata Budiman, pembangunan semcama itupun tidak menunjukan hasil. "Dalam UU Desa ini pembangunan partisifatif, pembangunan yang melibatkan orang banyak, tidak hanya tekhnokrat dan penguasa, tapi rakyat diikut sertakan menentukan arah pembangunan di desanya," terangnya.

Dalam UU Desa salah satunya diamanatkan pemerintah harus mengucurkan rata-rata Rp1.4 miliar untuk semua desa pertahun. Dana itu, berasal
dari pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah Kabupaten. Dari dana tersebut, diharapkan mampu membangun desanya dengan melibatkan banyak orang/instansi. Masyarakat yang akan menentukan penggunaan anggaran untuk pembangunan desanya secara tepat. Dengan aktivitasnya yang keluar masuk daerah itu, Budiman berharap, tidak terjadi penyelewengan anggaran itu oleh kepala desa. "Kalau misalnya di desa A ada penyelewengan, terus diberitakan TINTAHIJAU.com, itu menjadi masalah buat saya," katanya.

Di luar soal sosialisasi, TINTAHIJAU.com melempar pertanyaan sensitif kaitan perjuangannya gol-kan UU Desa dengan kemungkinan ada ambisi politik di 2019 untuk maju sebagai Capres. Dengan snatai Budiman mengatakan saat ini dirinya sedang fokus untuk kembali menang di Pileg 9 April mendatang. "Fokus saya menang kembali di DPR. 2019 saya belum. Kalau sampai kesana itu soal rizki saja," pungkas Caleg RI dari Dapil Dapil Jawa
Tengah VIII (Banyumas dan Cilacap) sambil tertawa. [annas nashrullah l @jejakAnnas]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini

 


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Terlibat Jaringan Bom Bekasi, Seorang Warga Subang Ditangkap Densus 88 https://t.co/5XJR9k7Sya
Keripik Singkong dari Ligung Majalengka Digemari Pasar Bali https://t.co/CNhkV9SqMZ
Hadiri Pekan CSR PT. Dahana, Wakil Bupati Subang Ajak Perusahaan Berkontirbusi https://t.co/5fRGJGw4tf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page