FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tangkuban Parahu "Batuk", Warga Subang Anggap Biasa





Akibat adanya letupan ini, untuk sementara TWA Gunung Tangkubanparahu ditutup untuk pengunjung maupun para pedagang. Penutupan yang sudah dilakukan sejak pagi ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya gas beracun atau semburan abu vulkanik.

Namun bagi warga Subang di sekitar Tangkuban Parahu, aktivitas seperti itu dianggap biasa. Saat letupan Gunung Tangkuban Parahu, TINTAHIJAU.com berada di kaki gunung terbesar di Jabar itu. Sejumlah pemetik teh mengaku biasa saja dengan aktivitas gunung tersebut.

Asep Sukardi (46) dan beberapa pemetik teh lainnya mengatakan bahwa setiap pagi atau malam dan pada waktu-waktu tertentu Gunung Tangkuban Perahu suka mengeluarkan asap. "Kalau keluar asap seperti itu biasa, kami nggak khawatir. Karena pemandangan asap seperti itu sudah biasa kami lihat," kata Asep Sukandi kepada TINTAHIJAU.com, Sabtu (5/10/2013).

Dari titik lokasi pemetik teh, tampak dengan jelas gumpalan awan yang keluar dari gunung Tangkuban Parahu yang terjadi sekitar pukul 6.50 Wib. Seperti tidak terjadi apa-apa, mereka tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. [warlan putra l @warlanputra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Sebelum Menikah, Perhatikan Beberapa Hal Ini Agar Tidak Menyesal https://t.co/YIkcrDUTC2
Gantikan Kantong Plastik, Siswa di Purwakarta Galakan Kanjut Kundang https://t.co/O5nDpsIiUW
Hati-hati, Peristiwa Ini Dapat Sebabkan Gangguan Psikologis Bahkan Depresi https://t.co/s4IGs1Jbzc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter