FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Buruh Mau Lakukan Demo Secara Nasional, Begini Ancaman Pengusaha

Indeks Artikel





SUBANG, TINTAHIJAU.com - Para buruh berencana menggelar aksi mogok kerja nasional pada 6-8 Desember 2021. Diperkirakan akan ada 2 juta buruh yang akan ikut dalam aksi mogok kerja nasional itu dan mereka berasal dari 100 ribu pabrik.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pun turut menanggapi rencana aksi mogok kerja nasional yang disiapkan para buruh tersebut.

Direktur Apindo Research Institute, P. Agung Pambudhi menjelaskan, mogok kerja memang merupakan hak dari para pekerja dan diatur dalam sederet peraturan ketenagakerjaan. Namun mogok kerja nasional yang akan digelar dalam dekat itu dipandang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

BACA JUGA:
Sudah Diputuskan MK, YLBHI Desak Pemerintah Hentikan Omnibus Law

"Dalam UU Ketenagakerjaan, mogok yang ada adalah mogok kerja, yang merupakan akibat gagalnya dari perundingan," ucapnya dalam acara konferensi pers virtual, Kamis (25/11/2021).

Agung menjelaskan, mogok kerja yang sesuai dengan aturan adalah dilakukan terlebih dahulu perundingan dengan pengusaha. Jika perundingan itu gagal maka pekerja berhak melakukan mogok kerja.

"Dan kalau kita lihat aturan yang lebih teknis, kita lihat pada pasal 140 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Kenagakerjaan, bahwa mogok kerja dapat dilaksanakan bila ada pemberitahuan SP atau SB secara tertulis kepada pengusaha dan dinas tenaga kerja sekurang-kurangnya 7 hari sebelumnya dan memuat alasan mogok kerja. Jika hal tersebut tidak dipenuhi maka mogok kerja tersebut menjadi tidak sah," terangnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasca Ghozali Everyday Viral, Platform NFT Dipakai Jualan Cilor dan Lemari https://t.co/vs6AOLqUhE
Inilah Dua Nama Kandidat yag Disebut-sebut Bakal Jadi Pelatih Persib, Siapa Saja Mereka? https://t.co/I5SVsqJivY
Viral, 6 Desa di Sumedang Dijarah Ribuan Monyet Liar https://t.co/g47SPnZfSg
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter