FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mahasiswa UNS Tewas Saat Diklat Menwa





SUBANG, TINTAHIJAU.com - Jenazah mahasiwa Universitas Sebelas Maret (UNS) berinisial GE kini dilakukan langkah Autopsi di RSUD dr Moewardi, Solo.

GE diketahui meninggal setelah mengikuti Diklat Resimen Mahasiwa (Menwa) dikawasan Jurug pada Minggu (24/10/2021).

Paman GE, Sutarno yang mewakili pihak keluarga saat ini sedang menunggu hasil autopsi tersebut.

Pihak keluarga GE mengaku pasrah dan memilih menyerahkan kasus tersebut ke polisi.

"Tergantung nanti hasil dari penyelidikan dan autopsi, meninggal karena kecelakaan atau kekerasan, kita serahkan ke polisi saja," ujar Sutarno dikutip dari Tribun Solo, Selasa (26/10/2021).

Kronologi Mahasiwa UNS Meninggal Saat Diklat

GE merupakan warga Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar.

Menurut penuturan Sutarno yang diceritakan kronologi meninggalnya GE versi pengurus Menwa, saat itu GE sedang mengikuti kegiatan panjat tebing dalam rangkaian diklat Menwa.

BACA JUGA:
Delapan Atlit Purwakarta Siap Berlaga di Peparnas Papua
GP Ansor: Pernyataan Menag Yaqut Tak Perlu Dijadikan Polemik
Menag Yaqut Buka Suara soal 'Kemenag Hadiah untuk NU'

”Saat di rumah sakit diceritakan, awalnya ketika GE turun dari tebing menggunakan tali, kemudian lemas," kata Sutarno.

GE sempat dianggap kesurupan dan dilakukan ruqyah. Setelah itu, Sutarno mengaku tidak diberitahu kelanjutannya.

Pihak keluarga menduga, GE sudah meninggal lebih dari dua jam saat di lokasi kejadian.

Keluarga baru dikabari GE meninggal usai dilarikan ke rumah sakit.

"Kalau melihat lukanya seperti itu, nggak satu atau dua jam, kemungkinan sudah lama, karena cairan yang keluar dari kepalanya sudah bau," ungkapnya.

Sumber: Kompas.tv | Foto: Ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Arief Poyuono Sebut Keputusan MK Soal UU Cipta Kerja Kontra Produktif dengan Program Pemerintah https://t.co/ASV5S4w5RL
BMKG Ingatkan Hujan Petir Diprediksi Terjadi pada 27 November https://t.co/bZj8k8cFdh
Soal Putusan MK, Kemnaker Sebut Indonesia Memerlukan Upah Berbasis Kinerja https://t.co/yg0kdp6pMV
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter