FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemkab Subang Diingatkan Dua Potensi Pelanggaran Pada Realisasi APBD Perubahan



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Disahkannya APBD Perubahan 2021 pada Selasa (19/10/2021) memunculkan banyak spekulasi mengingat keterbatasan waktu pelaksaan anggaran.

Pengamat Sosial, Kaka Suminta menggaris bawahi ada tiga dimensi terkait APBD Perubahan yang baru saja disahkan. Pertama, kata Kaka, dimensi regulasi, yang berkaitan erat dengan tahapan realisasi pelaksanaan APBD, termasuk dari Gubernur. "Kedua adalah dimensi keuangan, ini berkaitan dengan sinkronisasi apa yang sudah ditetapkan dengan kondisi ril anggaran," katanya

Yang ketiga, sambung Kaka, adalah dimensi pelaksanaan yang bebasis dengan waktu. "Sehingga tidak terjadi dua potensi pelanggaran, contohnya pelaggaran karena melewati waktu atau penyelesaian pelaporan melewati batas, misalnta tunda bayar," paparnya.

BERITA TERKAIT:
Berpacu Dengan Waktu, DPRD Subang Harap-harap Cemas Realisasi APBD Perubahan
Akhirnya, DPRD Subang Ketok Palu APBD Perubahan 2021
Fraksi PKS Soroti Program Upland Subang Senilai Rp23 Miliar

Solusinya, imbuh Kaka, Dewan harus melaksanakan tiga fungsinya yang melekat dalam masing-masing anggota, yakni kontorling, budgeting dan pengawasan

Peran Dewan dalam pelaksanaan APBD ini, sangat urgen. Guna memastikan pelaksanaan APBD sesuai dengan sasaran dan aturan yang sudah disepakati dalam forum Paripurna.

"Dewan harus melakukan kontrol, dia harus mengontrol apa yang sudah ditetapkan, selain nanti mengevaluasi dari sisi amggaran. jadi fungsi dewan itu harus dilaksanakan secara utuh, anggaran, kontrol kemudian dari sisi legislasi," katanya

Kalaupun terjadi permasalahan, tegas Kaka, bukan saja eksekutif yang harus bertanggung jawab, tapi lembaga legislatif harus ikut bertanggung jawab. "DPRD harus bertanggung jawab terhdap proses ini, jadi tidak selesai setelah mengetuk palu, tapi harus melakukan pengawasan, termasuk masalah anggarannya," tandasnya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pelaksanaan Pilkades Ricuh, 1 Aparat Jadi Korban dan Kotak Suara Dirusak https://t.co/4kP4UBxmmF
Arief Poyuono Sebut Keputusan MK Soal UU Cipta Kerja Kontra Produktif dengan Program Pemerintah https://t.co/ASV5S4w5RL
BMKG Ingatkan Hujan Petir Diprediksi Terjadi pada 27 November https://t.co/bZj8k8cFdh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter