FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Protes Lahannya Digusur, 170 Orang Petani Deliserdang Jalan Kaki 45 Hari ke Jakarta



Sebanyak 170 petani Desa Simalingkar, Kecamatan Pancur Batu, dan Desa Sai Mancirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berjalan kaki dari kampungnya ke Jakarta. Sebagian besar mereka berangkat pada 25 Juni lalu dan tiba pada Jumat malam, 7 Agustus 2020.

Perjalanan 1.812 kilometer itu dilakukan sebagai bentuk protes setelah sejumlah rumah dan ladang di dua desa itu digusur PTPN II. "Yang ada sertifikatnya pun digusur," kata salah satu petani, Surabru Sembiring, 63 tahun, kepada Tempo, Sabtu, 8 Agustus 2020.

BACA JUGA:
Sudah 90 Persen, Pelabuhan Patimban Soft Launching Bulan November
Manfaatkan Lahan 3200 Hektare, Subang Bakal Jadi Pusat Ketahanan Pangan
Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang
Sambut HUT RI-Ke 75, Jalan di Tanjungrasa Kidul, Patokbeusi Menyala

Kedatangan seratusan petani yang sebagian di antaranya adalah anggota Srikat Petani Simalingkar Bersatu dan Srikat Tani Sai Mencirim Bersatu itu mewakili 1500 warga dua desa. "Kami korban gusur paksa PTPN II," ujar wakil koordinator aksi, Haris Wiyono. Warga meminta keadilan kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut Haris, penggusuran rumah dan ladang petani mengakibatkan warga kehilangan rumah dan ladang. Mereka ada yang menumpang di kandang sapi.

"Di daerah, praktis tidak ada keadilan," ujar Haris, pegiat LSM, Gerbang Tani yang mengadvokasi para petani. Unjuk rasa petani di Jakarta ini kelanjutan demonstrasi di Sumatera Utara yang tidak berhasil.

"Kalau berhasil, tidak mungkin kami jalan kaki ke sini, karena kami tahu jalan kaki dari Medan ke Jakarta itu berat," ujar koordinator aksi Sulaiman Wardana Sembiring.

Sumber: Tempo | Foto: detik

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah, Ini Daftar Lengkapnya https://t.co/BLXJl1Mh5g
Dentuman Misterius Juga Pernah Terjadi di Luar Negeri https://t.co/N9XHkYlmhO
459 Terkonfirmasi Covid-19, Karawang Kembali ke Masuk Zona Merah https://t.co/DLAoukXesB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter