FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jubir Covid-19 Ingatkan Yang Mudik Jangan Kembali ke Jakarta

JAKARTA, TINTAHIJAU.com -  Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto mengimbau kepada masyarakat yang ada di daerah agar tidak kembali ke Jakarta untuk mencari nafkah. Terutama saat pandemi Covid-19, masih menyelimuti Ibu Kota Jakarta.
Baca Juga

MUI tak Pernah Keluarkan Seruan Ulama Lawan Rapid Test Covid Pasien Positif Covid-19 di Sidoarjo Mendekati 500 Orang Positif Covid-19 di Jatim 3.568 Orang, Pemprov Tunggu Tim Task Force

"Harus dipahami, kembali ke ibu kota yang sekarang ini menjadi episentrum Covid-19 justru dapat menjadikan permasalahan semakin besar," kata Yuri dalam siaran pers, Ahad (24/5).

Yuri mengajak masyarakat untuk memulai pola hidup baru dan cara berpikir baru untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Serta jangan sampai tidak mengindahkan aturan pemerintah untuk tetap menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan.

“Pahami, dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa-masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah, bahkan Bapak Presiden sendiri mengatakan, kita harus bersabar. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” kata Yuri.

Selain itu, Yuri juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), baik ke luar atau masuk Provinsi DKI Jakarta, sebagai bentuk upaya pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Adapun masa PSBB DKI Jakarta telah diperpanjang hingga tanggal 4 Juni 2020 mendatang.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa aktivitas masyarakat keluar dan masuk wilayah Jakarta pada masa pandemi dilarang dengan pengecualian. Siapapun yang melaksanakan perjalanan keluar-masuk DKI Jakarta wajib memiliki Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) yang dapat diunduh melalui situs corona.jakarta.go.id.

"Prinsipnya, memang ada pengecualian untuk aktivitas pekerjaan yang dilakukan, baik oleh warga DKI yang harus melaksanakan pekerjaan di luar Jabodetabek, atau orang yang berada di luar Jabotabek yang harus ada pekerjaan di DKI,” ungkap Yuri.

Sebagaimana informasi yang dirilis sebelumnya, dalam rangka menegakkan aturan Pergub DKI Jakarta tersebut, Kepolisian Republik Indonesia telah memberlakukan penyekatan jalur-jalur utama arus balik yang menuju ke wilayah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah.

Kepala Divisi Humas Polri Argo Yuwono juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali masuk ke Jakarta, sebagaimana diketahui bahwa kasus positif Covid-19 di Ibu Kota paling tinggi.

"Bagi masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan khusus dan tidak memiliki suatu keahlian diharapkan untuk tidak kembali ke Jakarta," kata Argo.

Dalam pelaksanaan penyekatan-penyekatan tersebut, petugas dari unsur TNI dan Polri akan berjaga di masing-masing lokasi yang di tentukan. Kemudian mereka akan memutarbalikkan kendaraan yang akan kembali ke Jakarta. "Artinya, bahwa kita berharap, semuanya untuk patuh, dan kemudian mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” ungkap Argo

 

Sumber: republika

 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Temuan Fosil Ungkap Fakta Bahwa Dinosaurus Berjalan Mirip Ayam https://t.co/6aWFgZ4Xj7
Kisah Tukang Becak Lulusan SD yang Jadi Pengusaha Sukses di Swiss https://t.co/WBmGOBXiqH
Ini Dia 5 Kedai Kopi di Majalengka Kota Yang Wajib Dijajal https://t.co/HGYYl8yTQ5
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter