FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

BMKG Perkirakan Awal Musim Kemarau di Indonesia Mulai April 2020



adan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim kemarau di Indonesia mulai April 2020 seiring peralihan angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia).

Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 17 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April mendatang yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

BACA JUGA:
Efek Banjir, Pemkab Subang Bantu Benih Padi Bagi Petani Gagal Panen
Kemenkes Nyatakan Corona Bencana Nasional, Bukan Darurat Nasional
WHO Minta RI Umumkan Darurat Nasional Virus Corona
Parenting Islami, Salah Satu Konsep Mendidik Anak


Sebanyak 38,3 persen wilayah lainnya akan memasuki musim kemarau pada Mei 2020 meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi. Sementara 27,5 persen di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemarau pada Juni.

“Musim kemarau tahun 2020 secara umum diprediksi lebih basah dari musim kemarau tahun 2019,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lewat siaran pers 23 Maret 2020.

Walau begitu ada 30 persen ZOM yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering dari normalnya. Adapun puncak musim kemarau di sebagian besar daerah ZOM diprediksi akan terjadi pada Agustus 2020.

Dwikorita mengingatkan peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya.

Daerahnya mencakup sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah dan utara, sebagian Jawa Timur, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan tenggara.

Hingga pertengahan Maret 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di dua Samudera, yaitu Samudera Pasifik Ekuator dan Samudera Hindia, menunjukkan tidak terdapat indikasi akan munculnya anomali iklim El Nino atau La Nina.

Sumber: Tempo | Foto: ANTARA/Katriana

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang https://t.co/AewFy3IRTb
Sudah 90 Persen, Pelabuhan Patimban Soft Launching Bulan November https://t.co/egV20TRUE8
Waspadai Ancaman Kekerasan, Pemkab Majalengka Godok Perda Perlindungan Anak https://t.co/VD62tYUI4i
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter