Inilah Fakta Siswa SMP di NTT yang Dihukum Makan Kotoran Manusia


Rapat Orang Tua Siswa Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa Maumere dan pihak sekolah serta 2 kakak socius, Selasa (25/2/2020) pagi./Mario WP Sina

Dunia pendidikan di Kabupaten Sikka dihebohkan dengan tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh 2 orang siswa Kelas XII Seminari Maria Bunda Segala Bangsa yang menghukum adik kelasnya dengan memakan kotoran manusia (feses) pada Rabu (19/2/2020) lalu. Berikut fakta - fakta yang berhasil dihimpun.

1.Peristiwa Terjadi di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa

Perlakuan tidak manusiawi ini terjadi di SMP - SMA Seminari Maria Bunda Segala Bangsa, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, pada Rabu (19/2/2020) lalu. Tindakan menghukum puluhan siswa kelas VII ini baru diketahui oleh manajemen sekolah pada Jumat (21/2/2020). Pihak sekolah pun menggelar rapat bersama orang tua siswa kelas VII pada Selasa (25/2/2020) guna menyampaikan peristiwa yang terjadi dan langkah penanganan yang diambil oleh pihak sekolah.

2.Korban adalah 77 Siswa Kelas VII

Pelaku yang menghukum para siswa kelas VII untuk memakan kotoran manusia adalah 2 orang kakak pembina yang dikenal dengan socius. Keduanya adalah siswa Kelas XII Seminari Maria Bunda Segala Bangsa.

Dalam rapat bersama orang tua siswa kelas VII pada Selasa (25/2/2020), kedua pelaku pun dihadirkan oleh pihak sekolah di hadapan orang tua siswa.

3.Ke -77 Siswa Dihukum di Salah Satu Ruang Kelas

Berdasarkan penuturan salah seorang siswa kelas VII yang menjadi korban tindakan tidak terpuji kedua kakak kelas, sebut saja Arnol, diketahui kejadian bermula ketika salah seorang temannya mengalami sakit. Ketika hendak buang air, pintu belakang menuju toilet terkunci sehingga tidak bisa keluar menuju toilet.

Karena tidak bisa menahan rasa ingin buang air besar, siswa tersebut terpaksa buang air besar di kantong plastik yang berada di dekatnya pada saat itu.

4.Dihukum Makan Kotoran Manusia oleh 2 Kakak Kelas

Menurut penuturan Arnold, salah seorang siswa kelas VII, pelaku yang menghukum mereka memakan kotoran teman kelasnya adalah kakak kelas XIII yang bertugas sebagai kakak pembina atau dikenal dengan nama socius.

"Saat itu, dua socius kami lewat dan lihat itu. Dia tanya, kenapa, Sa pu teman bilang ada tai. Setelah itu dia kumpulkan kami semua lalu suruh kami makan tai terus mereka bilang supaya ada sejarah dalam hidup," tutur Arnold.

Arnold mengatakan, mereka dipaksa memakan feses oleh para seniornya yang menjejali mulut mereka dengan menggunakan sendok makan. Alhasilnya, ke-77 murid kelas VII Seminari BSB tersebut pun muntah-muntah.

5.Orang Tua Minta Pihak Sekolah Pecat 2 Pelaku

Salah satu orang tua siswa yang ditemui awak media usai rapat bersama orang tua dan pihak sekolah Seminari Maria Bunda Segala Bangsa, Martin mengatakan tindakan pembinaan dari kedua oknum kakak kelas dengan memberi makan tinja tersebut dinilai sudah tidak berperikemanusiaan lagi.

"Pihak sekolah harus beri tindakan tegas kepada pelaku. Yang salah harus ditindak tegas, bila perlu dipecat dari sekolah ini," ungkap Martinus.

Ia juga menyampaikan, jika tidak ada tindakan tegas dari pihak sekolah, dirinya akan memindahkan anaknya yang duduk di bangku kelas VII dari sekolah tersebut.

Sumber: Kumparan | Foto: Rapat Orang Tua Siswa Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa Maumere dan pihak sekolah serta 2 kakak socius, Selasa (25/2/2020) pagi./Mario WP Sina

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jubir Gugus Tugas Sesalkan Obyek Wisata di Karawang Diserbu Wisatawan https://t.co/LMahxn7zV7
Bedug Sebagai Simbol Akulturasi Agama dan Budaya Lokal https://t.co/2ELjmTaJS7
Hadapi Arus Balik Saat Pandemi Covid-19, Polda Jabar Perketat Wilayah Perbatasan https://t.co/QBubkbA1v2
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter