Tanah Amblas dan Longsor Terjadi di Majalengka Selatan, Puluhan Rumah Terancam

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Tebing setinggi tiga puluh meter di Desa Haurseah, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) mengalami longsor. Akibatnya, lima rumah dan satu masjid yang ada di dekat tebing ikut terancam.

Dikutip dari iNews Sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka melakukan pembersihan material longsor yang memenuhi jalan, Senin (17/2/2020). Petugas membuka akses jalan dari tanah dan batu dengan alat seadanya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun belasan jiwa harus diungsikan. Selain itu, jalan utama penghubung di Kecamatan Argapura putus.

BERITA LAINNYA:

Tanah Amblas Sedalam Setengah Meter Terjadi di Lemahsugih Majalengka

Belasan Rumah Tertimbun Longsor di Tol Cipularang KM 118

Longsor Sepanjang 20 Meter Ancam Akses Jalan di Sidamukti Majalengka



Kepala Desa Haurseha Sumarno mengatakan longsor terjadi akbat hujan deras sejak Minggu (16/2/2020) malam. Akibatnya sejumlah bangunan terancam longsor. "Ada lima rumah yang rawan, sama satu masjid," katanya.

Hingga kini petugas dibantu warga masih membersihkan material longsor yang menutup jalan. Akses jalan dari Kecamatan Argapura ke Kecamatan Maja serta Kecamatan Sukahaji dan Kecamatan Cigasong,untuk sementara tidak bisa dilalui. "Semua warga yang terancam longsor sudah diungsikan," kata Sumarno dikutip dari INews.

Sementara itu ruas jalan raya dari wilayah utara Talaga ke wilayah selatan Malausma, tepatnya di Desa Campaga, Kecamatan Talaga, Kabupaten Tasikmalaya terancam putus akibat ambles sepanjang 100 meter lebih. Jalan ambles ini akibat intensitas hujan tinggi sejak beberapa hari lalu.

Kedalaman jalan yang mengalami ambles, dikutip dari iNews  antara 15-50 cm. Untuk sementara, jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri bekerja sama dengan pemerintah untuk menutupi jalan yang ambles dengan bebatuan.

Kepala Desa Campaga Ruslan mengatakan aktivitas warga terganggu akibat jalan yang amblas tersebut. Kini, warga hanya bisa melewati jalan tersebut dengan kendaraan roda dua. "Susah semua, cuma roda dua yang bisa lewat," katanya, Senin (17/2/2020).

Selain mengakibatkan arus lalu lintas penghubung wilayah utara dan selatan terganggu. Jalan amblas juga mengancam 50 rumah warga yang berada di bawah jalan. "Ada juga ini, 50 rumah terancam longsor," kata Ruslan.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Majalengka Reza mengatakan hingga saat ini pontensi pergerakan jalan ambles masih terjadi. Dia sudah memasang penanda jalan di sekitar lokasi.

BPBD Majalengka dengan Polres Majalengka mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya roda empat yang membawa muatan besar untuk sementara tidak melewati jalur penghubung wilayah selatan. "Potensi ambles terus ada, karena hujan," kata Reza.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Viral! Polisi di Karawang Tolong Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan dan Belikan Seperangkat Bayi https://t.co/H6WB2xY2jU
Selain Sekat Jalur Wisata Majalengka, Polisi Juga Bubarkan Wisatawan https://t.co/4Ku9hYbMbn
Jubir Gugus Tugas Sesalkan Obyek Wisata di Karawang Diserbu Wisatawan https://t.co/LMahxn7zV7
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter