FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

ITCBET

Terendam Banjir, 895 Warga Blanakan Subang Tinggalkan Rumah

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Hujan yang mengguyur wilayah Kabuaten Subang mengakibatkan sejumlah daerah di Pantura Subang terendam banjir.

Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, menjadi daerah terparah banjir hari ini. Tidak kurang dari 1090 rumah warga terendam banjir yang berasal dari Sungai Cijengkol

Sejak sore, sebanyak 895 warga sudah meninggalkan rumah dan memilih evakuasi ke sejumlah tempat pengungsian seperti Kantor Desa dan Masjid. "Air sudah masuk ke rumah warga. Mereka sudah evakuasi ke Kantor Desa, Masjid dan Pos di masing-masing Dusun," kata Kades Blanakan Isnaeni

BERITA LAINNYA:

Innalillahi, Dua Warga Subang Tewas Tersambar Petir

32 Hektare Areal Pertanian di Kalijati Subang Terendam Banjir

Hampir 1000 Rumah di 1 Desa di Blanakan Subang Terendam Banjir


Data yang diperoleh, warga yang mengungsi itu dari Dusun Tanjungsari sebanyak 60 orang, Mekarsari 200 orang, Tanjung Baru sebanyak 150 orang, Karang Jaya sebanyak 200 orang, Karang Mulya sebanyak 100 orang, Kerta Mukti sebanyak 45 orang, Pelelangan sebanyak 65 orang, dan Aula Desa sebanyaK 75 orang

Dari 895 orang yang evakuasi, sebanyak 235 orang merupakan anak-anak. Kades Isnaeni mengatakan, tidak sedikit anak-anak dan orang tua sudah mulai sakit.
"Anak-anak dan orang tua sudah ada yang sakit, tapi sudah ditangani tim Kesehatan," katanya

Hingga pukul 20.30 WIB, ratusan korban banjir ini belum mendapat bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten. Untuk kebutuhan makan, pihak Pemerintah Desa menyiapkan mie instan, roti dan makanan ringan lainnya serta minuman panas.

Sementara untuk kebutuhan kasur dan selimut bagi ratusan pengungsi, Kades menyatakan, malam ini rencananya akan dikirim dari Dinas Sosial. Isenaeni menerangkan, hujan di daerah Blanakan terjadi sekitar pukul 03.00 dinihari hingga sore hari. Banjir di Desa Blanakan terjadi sejak pukul 12.00 WIB. "Ketinggian airnya variatif, antara 40 centimeter sampai 70 Centimeter. Masuk ke rumah warga," terangnya   

Air yang mengepng rumah warga itu, berasal dari luapan Sungai Cijengkol. Selain kondisi sungai yang dangkal, intensitas hujan memperparah volume air yang masuk ke pemukiman masyarakat

"Sebenarnya jauh-jauh hari kita sudah lakukan upaya antisipasi, dari mulai pmebnetukan tim sampai normalisasi. Tapi hujannya kan awet, gak berhenti, tabah lagi Pintu Air Cijengkol dibuka," terangnya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Kebijakan 'Kampus Merdeka' Nadiem Makarim https://t.co/HxI6GE5DtT
Kampanye Ramah Lingkungan, Puluhan Pecinta Reggae di Subang Gelar Aksi Bersih-bersih https://t.co/t6aJGywJAY
Antisifasi Coronavirus, BIJB Majalengka Dilengkapi Alat Pendeteksi Virus Cc @infobijb https://t.co/BTkD4C99xL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page