FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Kekerasan Warnai Penggusuran Pemukiman di Tamansari Bandung



Warga RW 11 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, nelangsa. Saat ini, mereka hanya bisa berteduh dan tidur secara berdesak-desakan di bawah atap Masjid Al-Islam, bersama barang-barang mereka.

Warga hanya bisa meratapi nasib setelah rumah mereka digusur Pemkot Bandung, Kamis (12/12) pagi, untuk pembangunan rumah deret. Santer menyeruak, proses penggusuran paksa yang dilakukan Satpol PP Pemkot Bandung dibantu personel kepolisian dilakukan dengan kekerasan.

Saat itu, Satpol PP datang bersama kendaraan berat yang akan melakukan pembongkaran. Namun, kedatangan Satpol PP sempat mendapat penolakan dari warga setempat.

BACA JUGA: Banjir Bandang di Bandung, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Bahkan warga sempat menutup akses masuk ke area RW 11 Tamansari. Sempat pula terjadi dialog antara warga dengan petugas Satpol PP, namun tak membuahkan hasil.

Petugas Satpol PP lantas masuk ke area pemukiman warga. Warga yang masih bertahan terus berteriak menolak proses eksekusi penggusuran.

Situasi sempat memanas antara petugas Satpol PP Kota Bandung dengan sejumlah pemuda. Kericuhan terjadi saat petugas hendak mengoperasikan alat berat.

Aksi dorong-dorongan terjadi saat warga diminta mundur. Namun, karena jumlah petugas lebih banyak, warga tak mampu berbuat banyak.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menegaskan pihaknya hanya menjalankan tugas penggusuran.

"Kita tetap berikan pengertian bahwa memang kita harus segera membangun (proyek rumah deret). Bagaimana pembangunan dimulai kalau tidak diratakan?" kata Rasdian di lokasi, Kamis (12/12).

BACA JUGA: 10 Momen Seru Keluarga Ridwan Kamil Liburan di Subang

Rasdian mengaku menurunkan hampir seluruh kekuatan personelnya sebanyak 5 SSK dibantu polisi dan TNI. "Total ada 1.260 sesuai rencana pengamanan yang dibuat Kabag Ops (Kepala Bagian Operasi)," imbuhnya.

Selain mendapat perlawanan dari warga setempat, proses penggusuran juga mendapat perlawanan. Sebanyak 25 pemuda diamankan karena diduga melanggar ketertiban. Menurut polisi, tiga pemuda di antaranya kedapatan membawa senjata tajam dan ketapel.

"Kemudian di antara 25 (pemuda yang diamankan), ada 3 yang dibawa ke Polrestabes yang didalami terkait dengan membawa sajam dan ketapel," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sumber: Kumparan | Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ridwan Kamil: Awal Tahun Depan Warga Jabar Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19 https://t.co/GxNQF6SFzs
81 Orang Sembuh, Kasus Positif Covid-19 di Subang Tersisa 1 Orang https://t.co/dKm8GMXDzx
Ledakan di Libanon Berasal dari Zat Amonium Nitrat https://t.co/CAp6tbT2MY
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter