FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kasus Pelecehan Seks di Subang Berada di Titik Mengerikan

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kasus asusila atau pelecehan seks di Kabupaten Subang pada titik mengerikan. Unit PPA Polres Subang mencatat hingga akhir Agustus lalu terjadi 28 kasus.

Kanit PPA Polres Subang Aipda Nenden Nurpatimah mengatakan kasus pelecehan seksual itu didominasi persetubuhan terhadap anak di bawah umur. "Didominasi kasus pertesetubuhan anak," kata Nenden dalam Kegiatan Pelatihan SDM tentang Pendampingan Anak di Subang belum lama ini

Untuk menekan jatuh korban lebih banyak, Unit PPA ini, selain melakukan tindakan terhadap pelaku untuk efek jera, juga gencar melakukan sosialisasi ke sekolah dengan melibatkan psikolog.

Namun demikian, jelas Nenden, peran orang tua dalam mengawasi anak, menjadi solusi eefktif dalam menekan jumlah korban seksual terhadap anak. "Awasi dan lindungi anak-anak kita dengan baik dan jangan biarkan main dengan bebasa dan jauh dari pengawasan orang tua, karena kejahatan terhadap anak bisa terjadi dimana saja dengan berbagai modus," paparnya

Menyikapi masalah ini, puluhan Forum Tokoh Muslimah Subang menggelar diskusi terbatas di Rosin Rest Area Subang. Dalam Diskusi tersebut, dibedah seputar kasus seks terhadap anak dan upaya pencegahannya. Hadir sebagai pembicara dari KPAD Subang Nurina Rahma dan Pengasuh Majlis Taklim Khairu Ummah Subang Eka Farida.

"KPAD siap menerima laporan dari masyarakat tentang kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Kemudian diproses setelah sebelumnya dilakukan survey terlebih dahulu," kata Nurina.

Sementara Eka Farida mengatakan, maraknya kejahatan seks terhadap anak dan kaum perempuan, bisa diredam dan ditekan dengan pendekatan religius. Eka mengatakan akar dari masalah kekerasan seksual adalah kapitalisme dan sekularisme.

"Anak-anak cenderung dijauhkan dari agama. Agama hanya sebatas shalat, puasa dan zakat saja. Sehingga perlu adanya penerapan hukum Islam yang dapat melindungi anak dan perempuan dari kekerasan seksual," paparnya

Dari catatan TINTAHIJAU.com, hingga Juli lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Subang mencapai 1.574 orang. Jumlah tersebut menjadikan Kabupaten Subang berada di ranking ke empat di Jawa-Barat, setelah Indramayu, Bekasi dan Bandung. Dari jumlah tersebut, mayoritas penularan dilakukan lewat persetubuhan ganti pasangan dan jarum suntik


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 1

Twitter Update

Jarak Kelahiran Terlalu Dekat Punya Dampak Buruk Bagi Anak https://t.co/NVqCdl9kKK
Ekslusive! TPA Panembong Subang Terbakar Hebat https://t.co/duS8OF2zZ8 https://t.co/BLSi65mbWP
UU SDA Disahkan, PKS: Kedaulatan Rakyat Atas Air https://t.co/FOsioBB9Bw
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page