FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dinkes Subang: Penyebaran HIV/AIDS Sudah Titik Memprihatinkan

Tingkat penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Subang sudah pada titik mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Subang emncatat, pada 2018 ini ada 123 kasus ditemukan di Kota Nanas ini.

Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, SH.,MH.Kes menyatakan penyebaran HIV/Aids di wilayah kerjanya sudah sangat memprihatinkan. Bukan saja karena jumlah yang ditemukan, tetapi banyak yang beresiko tidak terpantau dan sudah menjalar ke ibu rumah tangga hingga balita.

"Empat bulan lalu ada yang kita tangani balita ditemukan positif dan akhirnya meninggal dunia. Bahkan pada tahun 2018 hingga bulan Juni temuan baru mencapai 123 kasus, sedangkan secara keseluruhan mencapai 1.766 orang," kata Maxi pada rapat koordinasi dan evaluasi anggota KPA Subang, Kamis (15/11/2018) di Lotus Hotel Jalan Suprapto, Subang.

Dari  jumlah sebanyak itu, 784 diantaranya berusia produktif atau 20-29 tahun usianya. Sedangkan pengidap HIV AIDS yang usianya dibawah 5 tahun sebanyak 52 orang.  Yang lebih memprihantikan juga dukungan dana masih cukup minim, padahal untuk pemeriksaan dan pengobatan cukup besar.

"Kita sekarang berusaha melakukan TOP yakni temuka, obati dan pertahankan dengan rencana target 90-90-90. Siapapun bisa tertular HIV jika berprilakunya berisiko karena penampilan tidak menjamin dan satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertular atau tidak harus ada kesadaran tes HIV," pungkas dr. Maxi.

Kabupaten Subang menduduki peringkat keempat penyebaran HIV AIDS-nya di Jawa Barat. Ketua Harian  KPA Subang, Abdurakhman   mengatakan, untuk mencegah perkembangnnya dibutuhkan aksi nyata dari semua elemen dalam pencegahan dan penanggulangannya. Minimal melakukan sosialisasi dan tindakan pemeriksaan darah sehingga terdeteksi dini dan dapat dilakukan pencegahan.

"Jadi jangan takut dan jangan salahkah kalau dilingkungan PNS akhir ada yang mengidap HIV AIDS bila PKK atau Dharma Wanita-nya tidak bergerak melakukan sosialisasi," kata Abdurakhman

Abdurakhman yang juga menjabat Sekda Kabupaten Subang mengatakan, dari hasil temuan memang ada beberapa yang berstatus PNS dan yang paling memprihatinkan banyaknya usia produktif akibat pergaulan bebas dan melakukan seks menyimpang.

"Pelaksanaan program pengendalian akan mencapai hasil optimal bila seluruh pihat yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara konsisten," jelasnya.


FOLLO SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1

Twitter Update

Antrean Membeludak, Subang Jadi Fokus Pantauan Ombudsman Soal PPDB SMA https://t.co/ZJ2gFYc3Bu
Polemik Keberangkatan Haji dan 'Mati Suri' Bandara Kertajati Majalengka https://t.co/jovd5w8ugC
Hari Jadi ke-529 Majalengka, Dari Membangun Daerah Menuju Daerah Membangun https://t.co/IUqxx9CbtC
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page