Follow us:

Kapolres Subang Sebut Calo TKI Meraup Keuntungan Rp13 Juta Perorang

Tiga orang pelaku perdagangan orang atau calo TKI mendapat keuntungan hingga Rp13 juta dari setiap orang yang menjadi korbannya. Uang itu dipotong dari gaji korban setiap bulannya

Hal itu disampaikan Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni saa ekspose kasus di Mapolres Subag. Kapolres menyebutkan, calon TKI yang hendak beekrja ke luar negeri tidak dipungut biaya alias gratis. Namun pada saat mereka sudah bekerja, gajinya dipotong hingga Rp3,5 juta setiap bulannya.

Nyamar jadi Calon TKI, Polwan Subang Bekuk Pelaku Perdagangan Orang

"Menurut pengakuan mereka, Rp13 juta yang dipotong dari gaji TKI setelah bekerja. Itu dari satu orang TKI yang mereka berangkatkan," kata Kapolres kepada TINTAHIJAU.com

Dari pengakuan pelaku, jelas kapolres, hingga saat ini sekitar 25 orang yang sudah diberangkatkan melalui jalur ilegal. "Antara 20 sampai 25 orang. Ada yang masih kerja ada juga yang sudah pulang. Mereka ini ke Malaysia dengan menggunakan Pasopr melancong bukan untuk bekerja," imbuhnya

Jajaran Polres Subang berhasil penangkapan tiga pelaku perdagangan orang, masing-masing berinisial AN (warga Pagaden), AM (warga Binong) dan SR (warga Tanjungpinang) membutuhkan waktu empat hari. AN dan AM dibekuk lebih dulu di kediamannya. Sementara SR yang menjadi otak perdagangan Orang ini dibekuk di daerah Boyolali tempat tinggal orang tuanya

Penangkapan terhadap tiga orang tersebut setelah kepulangan seorang TKW Haeriyah yang meninggal dunia di Malaysia. Haeriyah ini berangkat melalui jasa ketiga orang tersebut. "dari hasil penyelidikan adanya tindakan pidana, karena almarhumah ini berangkat dengan cara yang tidak legal. Pasti ini ada orang atau lembaga yang melakukannya. Dan kita mengarah ketiga orang tersebut," jelas Kapolres

Haeriyah, kata Kapolres, berangkat dalam keadaan sakit. Karena berangkat ilegal, kondisi kesehatan korban tidak dihiraukan. Sehingga baru tiga bulan bekerja, Haeriyah dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia. "Kami menghimbau, tempuh jalur legal, jalur resmi. Dengan jalur resmi ini kesehatan dan keselamatan bisa terjamin dan dilindungi pemerintah," tegasnya

Ikuti Lintasan Berita via socmed:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Program Pascasarjana Universitas Majalengka Cetak Profesional yang Berkomepeten https://t.co/V6o7gNtAuv
Desa Pilangsari Dukung Eksistensi PG Jatitujuh Majalengka https://t.co/b7y1C0ZNgC
Aktivis AKSI Subang Sebut Kasus NISN Momentum Kejari Unjuk Gigi https://t.co/eF7AeaN2ot
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page