Psikolog: Faktor Ekonomi Masih jadi Alasan Bunuh Diri

Dalam sepekan ini tiga warga Subang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Psikolog menyebtkan, faktor ekonomi masih menjdi alasan yang memicu aksi konyol tersebut.

Psikolog Deden Faizal menyebutkan alasan aksi bunuh diri yang terjadi pada beberapa hari ini masih dipicu masalah klasik, ekonomi. Alasan ini, menurut Deden masih menjadi alasan utama dan logis bagi pelaku bunuh diri. "

"Semenjak saya tinggal di Subang, analisa saya terhadap lingkungan sekitar menghasilkan kesimpulan sederhana, faktor ekonomi. Tidak sedikit orang yang tidak betah lama-lama hidup susah dan cari jalan pintas. Alasannya emang klasik tapi masih logis sampe saat ini," kata Deden kepada TINTAHIJAU.com

PDeden memaparkan, pada dasarnya manusia punya hirarki kebutuhan hidup (maslow), yang paling mendasar adalah fisiological needsĀ  seperti makan, minum, dan lainnya. Namun karena kebutuhan primeri itu tidak terpenuhi, mereka memilih jalan pintas. "Sepertnya mereka yang melakukan aksi bunuh diri merasa kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi dengan baik yang berujung kepada 'keputus asaan'," pungkasnya

Aksi mengakhiri hidup dengan bunuh diri marak dilakukan warga Subang dalam sepekan ini. Dari catatan, sejak akhir bulan lalu, ada tiga peristiwa bunuh diri di Kota Nanas ini.

Aksi bunuh diri pertama dilakukan Baud Masud (47) warga Plamboyan, Kelurahan Karanganyar, Subang. Dia nekad tidur di bantalan rel kereta di di KM 131+ 6/7 atau 100 meter dari Stasiun Cipunagara. Tubuh Baud ini hancur berserakan setelah tubuhnya dilindas kereta api jurusan Tawang Jaya jurusan Semarang-Pasar Senin. Peristiwa ini sempat trending topik di social media.

Kejadian kedua hanya selang dua hari dari kejadian di Cipunagra. Warga Kecamatan Kalijati digegerkan dengan penemuan mayat yang diketahui bernama Kastam (35) tergantung di sebuah pohon Nangka di Kampung Krajan RT 02/01 Desa Tanggulun Timur, Kecamatan Kalijati, Subang, Ahad (1/7/2018) sekitar jam 5.30 WIB. Jenazah Kastam pertama kali ditemukan istrinya Nani (34) saat ia tengah membersihkan sampah di bagian samping rumah.

Aksi bunuh diri ketiga tejadi di Dusun Bakan Boles RT 08/04, Desa Panyingkiran, Kecamatan Purwadadi, Subang, Sabtu (7/7/2018) sekitar pukul 7.30 WIB. Ruswan (30) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya.


Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Untuk Indonesia Berdaulat, Linda Megawati Ajak Bertani dan Berternak https://t.co/4scbs0CU2H
6 Kepala Daerah di Jabar Besok Dilantik https://t.co/nmGVPwNzwl
Formasi CPNS 2018 Pemkab Majalengka Sebanyak 388 https://t.co/okFG8CjL9S
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page