Innalillahi, Dua Warga Subang Tewas di Korea dan Hongkong

Dua warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Subang yang bekerja di Korea Selatan dan Hongkong dikabarkan meninggal dunia. Jasad almarhum akan segera tiba ke rumah duka masing-masing di Cigugur Kidul, Kecamatan Pusakanagara dan Desa Mariuk Kecamatan Tambakdahan, Subang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Subang, H.Asep Nuroni melalui Kasie Penempatan TKI, H. Indra Suparman, SH yang dihubungi Minggu (22/4/18) membenarkan, kedua jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Korea Selatan dan Hongkong akan datang pada Rabu (25/4/18). “Hanya yang sudah jelas kedatangannya jenazah PMI yang bekerja di Hongkong sekira pukul 15.00 WIB sampai Bandara Soekarno Hatta,“ katanya.

Indra menyesalkan sejak awal tahun 2018 hingga kini sudah 8 PMI atau TKI yang meninggal dunia, terlebih keberangkatannya lewat jalan illegal dan ada yang overstay. Namun demikian pihaknya selalu dan terus melakukan upaya kemanusiaan, termasuk agar tidak terjadi lagi pemberangkatan TNI illegal sudah dibentuk  tim dan tempat pelayanan satu atap.

TKI yang meninggal dunia  di Korea Selatan bernama Muhamad Zeni (35) dan kematiannya dikarenakan sakit di Rumah Sakit Good Morning Daegu, Sabtu (21/4/2018). Sebelumnya korban yang bekerja lepas harian ini ditemukan dalam keadaan sakit oleh rekannya di tempat tinggalnya di Daegu, Jumat (20/4/2018) sekira pukul 19.00 waktu setempat .

Selanjutnya KBRI Seoul pun menugaskan mitranya untuk menghubungi perusahaan Funeral Service untuk membantu pengurusan jenazah di rumah sakit. “Kita pun sudah menghubungi keluarganya di Desa Cigugur Kidul, Kecamatan  Pusakajaya, Subang termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait, “jelas H.Indra.

Sedangkan seorang lagi bernama Junengsih (30) yang berasal dari  Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Subang. Korban dikabarkan meninggal dunia akibat terjun dari lantai 35 sebuah Apartemen di Hongkong City, Sabtu (14/4/2018). Korban menurut keluarganya berencana pulang dan melangsungkan pernikahan sehabis Lebaran sekitar awal Juli 2018.

Menurut ibu korban, Rohanah mengatakan, anaknya itu bestatus janda beranak satu dan sudah memberitahu akan cuti pulang untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Juli.

"Tak ada fírasat apapun tentang anak saya, tiba-tiba kaget mendengar kabar Junengsih meninggal dunia dengan cara tragis, bunuh diri loncat dari lantai 35 apartement tempat Junengsih bekerja" kata Rohanah. [GM]


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 6
Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5

Twitter Update

Pemuda Majalengka Terlibat dalam Penggarapan Film Wiro Sableng 212 https://t.co/cBfpAbBuf8
Bermula dari Hobby, Rusmana Sukses Bisnis Burung Puyuh https://t.co/RAMHkDa6M1
Isi Ramadan, Polisi Ini Tadarus Bersama Hingga Ajari Warga Mengaji @resmajalengka https://t.co/8SQ3IPbSGP
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page