Demo Waralaba Bodong di Subang Diwarnai Kericuhan

Peringatan Hari Jadi ke-68 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Subang diwarnai aksi unjuk rasa terkait waralaba ilegal atau bodong. Sempat terjadi kericuhan kecil saat aksi berlangsung

Peringatan Hari Jadi Satpol PP digelar di halaman Pendopo Bupati Subang. HUT Subang diisi dengan apel pagi, pemberian penghargaan dan pertunjukan Silat Merpati Putih. Bukan itu saja, peringatan HUT Satpol PP diwarnai aksi demontrasi Komunitas Anak Muda peduli Anti-Korupsi (KAMPAK) Subang.

Sempat terjadi insident kecil saat akksi penyampaian pendapat itu. Massa yang datang bersamaan Apel HUT Satpol PP dimulai, semula tidak menunjukkan akan aksi. Saat Apel tuntas dan penampilan Silat Merpati Putih, belasan Massa KAMPAK mulai bergerak dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan.

Beberapa menit, mereka hanya berdiri dengan membentangkan spanduk. Tidak lama, saat Apel belum tuntas, mereka bergerak mendekati lokasi apel. Puluhan Satpol PP yang berjaga, kemudian menghadang pergerakan massa. Kericuhanpun terjadi. Satpol PP mengamankan Kordinator Lapangan Asep Sumarna Toha untuk tidak mendekat lokasi.

Namun demikian, Asep dilepas kembali. Setelah acara HUT Satpol PP tuntas, massa Kampak bergerak merangsek ke halaman Pendopo Bupati dengan pengawalan puluhan Satpol PP. "Stop perizinan toko modern atau Waralaba dan tutup waralaba ilegal sekarang juga," kata Asep SUmarna Toha.

Plt Bupati Subang Ating Rusnatim sempat menemui massa demontrans. Ating sempat berbincang dengan Korlap Aksi Asep S Toha. Dalam perbincangan singkat itu, Ating meminta untuk pertemuan khusus membahas soal tuntutan aksi. "Semua ada prosedurnya, lakukan secara prosedural," kata Ating.

Ating mengatakan, kedatangan investor idak bisa dihindari. Apalagi, khusus soal waralaba, DPRD sudah mengetuk palu Perda Pasar Modern yang salah satu poinnya tidak memmbatasi jumlah Pasar Modern. "Ini tidak bisa dihindari. Tapi semuanya harus menempuh prosedur. Yang belum memiliki izin, harus tempuh secara resmi," tandasnya.

Kasat Pol PP Kabupaten Subang Tatang Supriyatna menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dan komunikasi dengan intansi lain. Dia menegaskan, posisi Satpol PP sebagai eksekusi atau penegak Perda. Hanya saja pada teknisnya, ada di intansi lain. "Kita akan koordinasi dengan itansi lain, sehingga tidak menyalahkan aturan," tegasnya


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Warga Desa Singawada Doakan Karna Sobahi Jadi Bupati Majalengka https://t.co/yGR5oEbGuA
Hindari Penyimpangan ADD, Puluhan Kades Gelar Bimtek di Purwadadi Subang https://t.co/8cXRIVJNan
Ada BIJB, Maman: Majalengka Harus Berdaya, Rakyatnya Sejahtera Cc @kang_maman72 @infobijb https://t.co/DUgucfVL0p
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page