KAMPAK Sebut Banyak Sukwan Subang yang Cerai dan Stres Karena Dipungli

Komunitas Anak Muda Peduli Anti-Korupsi (KAMPAK) Subang menyebutkan dampak praktek Pungutan Liar (Pugli) khususnya kepada tenaga Sukarelawan (Sukwan) sangat mengerikan. Dari mulai bercerai, stres sampai meninggal dunia

Hal itu diungkapkan pada aksi damai di Gedun DPRD Subang. Koordinator Aksi Asep Sumarna Toha menegaskan Honorer K2 yang dipungli saat rekrutmen periode 2013 jumlahnya cukup banyak, bisa mencapai Rp2.4 miliar. Jika yang lulus sudah menikmati tupoksinya, namun kata Asep, mereka yang gagal kondisinya memprihatinkan.

"Perlu diketahui akibat kebjakan itu, khususnya Sukwan yang gagal dan dipungli, kini banyak rumah tanga mereka yang cerai berai, sakit akut, stress bahkan meninggal dunia. Karena terlalu berat beban pikiran mereka yang mendambakan masa depannya dapat menikmati hidup menjadi PNS setelah berpuluh tahuhn mengqabdikan dii tanpa bayaran yang jelas," kata Asep

Karenanya, Asep mendesak dana tersebut seera dikembalikan kepada haknya. Asep menandaskan uang yang digunakan untuk Pungli itu hasil penjualan lahan/sawah/rumah bahkan ada yang menjaminkan ke bank yang saat ini sudah masuk proses lelaln dan sita karena tidak mampu membayar. "Benar-benar sadis kalian," tandasnya

Aksi damai yang berharap bisa bertemu dengan Ketua DPRD Beni Rudiono itu akhirnya membubarkan diri karena orang nomor satu di DPRD itu tidak ada di tempat.


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3

Twitter Update

5 Hari Dikerangkeng, Warga Majalengka Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terikat https://t.co/wuksQDRkuU
Agenda Kunjungan Presiden ke Kabupaten Subang Batal https://t.co/0g5s5Z9XIw
295 Kali Bencana, Subang Urutan Kedua Indeks Resiko Bencana di Jabar https://t.co/YccD4YRmRt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page