Follow us:

Kecam Politik Uang dan Kampanye Hitam, Mahasiwa Subang Dorong Pilkada Bersih

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Subang menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD dan dan dua lembaga penyelenggara Pilakda, Senin (12/3/2018).

Dalam aksinya mereka mendorong pelaksanaan Pilkada serempak pada Juni 2018 nanti tidak dicoreng oleh aksi-aksi money politik dan kecurangan serta menghalalkan segala cara. Mereka meyakini dari proses pelaksanaan Pilkada yang bersih, akan menghasilkan pemilih yang bersih pula.

"Bukan malah sebaliknya, seperti yang terjadi di Garut, Ketua Panwas dan salah satu anggota KPU diduga menerima suap dari salah satu calon," kata salah seorang orator aksi

Mereka menegaskan, peristiwa hukum yang menimpa Kepala Daerah di Kabupaten Subang dengan dicokok KPK, menjadi cermin dan pembelajaran bagi pelaksanaan Pilkada mendatang. "Jangan sampai Pilkada nanti menghasikan pemimpin yang berakhir pada masalah hukum," kata seorang demontran, Fawaz

Dalam aksinya, massa membawa tujuh tuntutan yang disampaikan kepada Ketua DPRD Beni Rudiono. Ketujuh tuntutan itudiantaranya KPU dan Panwas harus bekerja secara profesional, independen dan proporsional, KPU harus tegsa dalam menegakkan aturan Pemilu yang berlaku, Panwaslu harus bertindak tegas kepada pelaku politik uang, praktek mahar, penyebar isue SARA da black campaign.

Mereka juga menuntut Komisi I DPRD memastikan penyelenggara pemilu tetap pada aturan dan regulasi yang sudah ditentukan, reformasi birokrasi di semua lembaga yang terindikasi melakukan praktik penyelewengand dalam pelaksanaan Pilkada, KPU harus akurat dalam menentukan daftar pemilih tetap dan mengajak seluruh masyarakay untuk menolak politik uang, praktek mahar, penyebar isue sara dan kampanye hitam

Usai menggelar aksinya di Gedung DPRD, massa unjuk rasa melanjutkan aksinya di Gedung Panwas dan KPUD di Jl. Palabuan Kelurahan Sukamelang, Subang dengan pengawalan kepolisian.



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU