Follow us:

Tawuran Pelajar, Seorang Pelajar SMP Tewas Disabet Celurit

Seorang pelajar pelajar SMP di daerah Jatisari, Karawang, berinisial SM tewas setelah bagian paha kirinya terkena sabetan celurit saat tawuran di di Jl.Raya Pantura, Kampung Parapatan, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Subang.

Saat kejadian, SM bersama rekannya AD (15) dan belasan rekan lainnya berangkat ke daerah Cikalong untuk menghadang pelajar SMP Kota baru yang kabur ke daerah Patokbeusi. SM pergi menggunakan sepedah motor dan membonceng AD sambil membawa cerulit. Dalam perjalanan keduanya berputar arah menuju Patokbeusi. Pas sampai di depan Kantor Kecamatan Patokbeusi keduanya melihat target yakni Ln dan An sedang menggunakan sepeda motor yang datang berlawanan arah.

AD melambaikan tangan kepada Ln dan An dengan maksud mereka berhenti. AD juga meminta SM untuk putar arah mengejar dua pelajar dari sekolah lain. Sesampainya di depan RM Titin, AD mengacungkan cerulit pertanda memberikan ancaman kepada Ln dan An

Saat keduanya berada posisi dekat AD menyabetkan celulitnya kearah lawannya. Sial, celurit justru mengenai paha kiri SM yang tengah mengendarai sepeda motornya. Darah yang mengucur dari paha SM cukup banyak. SM sempat meminta AD untuk membawa sepeda motor dan meninggalkan lokasi.

Sayang, luka akibat sabetan celurit itu cukup serius. SM tampak lemas dan terlungkup ke spedometer motornya dan akhirnya ia jatuh tersungkur menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Beruntung warga yang mengetahui langsung membawa SM ke RS Medical Cikalong, Jatisari, Karawang.

Kejadian itu terpotret pada rekonstruksi tewasnya seorang pelajar SMP Jatisari saat tawuran di daerah Patokbeusi. Dalam rekontruksi ini ada 14 adegan yang diperagakan dari awal sampai akhir.

"Kami berusaha merangkai persesuaian keterangan saksi, keterangan para tersangka ‎ditunjang dengan alat bukti langsung di lokasi. Kasusnya masih kita tangani," kata Kapolsek Patokbeusi, Kompol Ojat Sudrajat melalui Kasi Humas Aiptu Arif Sarifudin.

Para pelaku terancam KUH Pidana pasal 359 Tentang Menyebabkan Mati Atau Luka-Luka Karena Kealpaan dan UU Perlindungan anak dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. [Sandy Zaenudin ]

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Program Pascasarjana Universitas Majalengka Cetak Profesional yang Berkomepeten https://t.co/V6o7gNtAuv
Desa Pilangsari Dukung Eksistensi PG Jatitujuh Majalengka https://t.co/b7y1C0ZNgC
Aktivis AKSI Subang Sebut Kasus NISN Momentum Kejari Unjuk Gigi https://t.co/eF7AeaN2ot
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page