FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Polres Subang Bentuk Tim Cyber Crime Pantau Pilkada Serempak

Pada Pilkada serentak tahun ini, Polres Subang membentuk Tim Siber yang bertugas memantau dunia maya, utamannya postingan di media sosial. Apabila ada temuan nantinya dipilah, tindaklanjutnya sesuai kategori.

Memasuki tahapan Pilkada Serentak 2018, jajaran Polres Subang mengintensifkan tim cyber crime guna mengawasi berbagai isu dan penyimpangan, serta tindakan kriminal yang berkaitan dengan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain dari Polres, Tim siber ini akan melibatkan dari Polda Jabar.

"Tim siber polres sudah dibentuk, yaitu tim media sosial dan humas. Kami juga dibantu tim siber dari polda. Mereka bertugas seperti patroli melihat setiap postingan, kalau ada indikasi dilihat masuk ranah pidana umum atau pilkada. Proses penegakan hukumnya, dibantu reskrim," kata Kapolres Subang Muhammad Joni usai apel gelar pasukan

Dijelaskan, aksi atau ocehan di dunia maya sebelum memasuki tahapan Pilkada pun sudah banyak yang muncul walaupun belum ketahap yang membahayakan, tetapi akan menjadi masalah bila ada laporan resmi dari merasa dirugikan. "Untuk ini kami juga meminta semua orang untuk benar-benar menggunakan media sosial, seperti Whatsapp (WA), Blackberry Messenger (BBM), Telegram, Line, dan pesan singkat (SMS) secara baik, bukan untuk hal-hal yang justru malah berdamapk utuk dirinya," katanya

Selain pantauan di dunia maya, Polres menerjunkan sebanyak 2.000 personel gabungan Polri didukung TNI guna mengamankan pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Subang. "Khusus buat pengamanan pilkada serentak di Subang diterjunkan 2.000 personil, gabungan Polri dan TNI. Itu di luar linmas," katanya

Khusus personil Polres diterjunkan 800 personil, back up Polda Jabar 350 pesonil TNI AU dari lanud 2 ssk lanud, 1 kompi kiban, 2 kala hitam, dan 1 ssk kodim. Selain itu ditambah linmas. "Jadi nanti kami tinggal mengatur pola pengamanannya, disesuaikan dengan tingkat kerawanan. Hasil pemetaan terdapat 3 kategori mula aman, rawan 1 dan 2," ujarnya.

Lebih jauh Kapolres memaparkan bagi TPS yang masuk kategori rawan dua, pola pengamanannya dua anggota Polisi di satu TPS dan sepuluh linmas. Sedangkan kategori rawan satu yaitu dua anggota polri untuk dua TPS dan 10 anggota linmas.

"Selain pengamanan, petugas juga dipastikan menindaklanjut setiap laporan pelanggaran, petugas mengkaji laporan pelanggaran. Apalagi kalau terjadi perusakan, dilihat ranahnya masuk pidana umum atau pelanggaran pilkada," katanya.

Pola pengaman yang sudah disiapkan itu pelaksaannya dimulai saat tahapan pendaftaran 8 Januari 2018. Kemudian. Kampanye, masa tenang, pencoblosan, penghitungan suara, penetapan pemenang hingga pelantikan.


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

HOAKS! Adidas Bagi-bagi Ribuan Pasang Sepatu, Kaus, dan Masker https://t.co/uKCqWmzMKK
Akhir Pekan, DPRD Subang Panggil 20 OPD Bahas Raperda APBD Perubahan https://t.co/UIOwnZCct8
Komunitas Kracker Supermoto Subang Galang Dana untuk Sukabumi https://t.co/DHNFY5CTuZ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter