Rumah Terbakar, Tiga Orang Kritis dilarikan ke RSUD Majalengka

Kebakaran hebat melanda rumah warga di daerah Kadipaten, Majalengka. Dalam kejadian itu tiga orang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit karena kondisinya kritis

Saat peristiwa terjadi, kepanikan dan kegaduhan melanda warga setempat. Penghunu rumah berhamburan keluar menyelamatkan diri sambil teriak minta tolong. Sementara tetangga mereka berjibaku mencari air untuk memadamkan api.

Sayang, upaya warga memadamkan api gagal. Sebaliknya api melalap bangunan mewah itu. Akibatnya tiga perempuan penghuni rumah, yang terpantau remaja dan lanjut usia terkena reruntuhan bangunan. Kondisi mereka kritis. Beruntung dalam kondisi tersebut, petugas gabungan tiba di lokasi.

Petugas Damkar dari Majalengka langsung bergerak memadamkan api. Sementara petugas lainnya melakukan pertolongan terhadap perempuan dan mengevakuasi ke RSUD, menggunakan mobil ambulance, yang sudah disiagakan di lokasi.

Kondisi itu, bukan kejadian sesungguhnya. Melainkan rangkaian simulasi penanganan bencana kebakaran dalam kegiatan Penanggulangan bencana yang diberikan oleh petugas pemadam kebakaran dan Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kepada pegawai RSUD Cideres.

Direktur RSUD Cideres dr H Asep Suandi MEpid mengatakan pihaknya sengaja melakukan pelatihan penanganan bencana kepada staff nya dengan tujuan untuk mengantisipasi jika bencana itu terjadi. Pelatihan tersebut menurutnya, guna mengetahui cara mengatasi bencana secara spontan.

Secara berkala direktur rumah sakit akan terus memberikan pelatihan  penanggulangan kepada staffnya, karena pihaknya menganggap penting sebagai antisipasi awal penanganan bencana jika bencana itu terjadi secara tidak terduga.

"Bencana bukan hanya kebakaran tapi bisa apa saja. Mulai dari banjir, konflik antar warga, hingga serangan teroris seperti yang sudah terjadi di negara luar, baru-baru ini. Pegawai rumah sakit diajarkan oleh petugas tata cara penggunaan alat pemadam api sekaligus cara memadamkan api yang benar. Tidak hanya itu, mereka juga berlatih mengevakuasi pasien rawat inap yang berada diruangan saat terjadi bencana," papar Asep

Simulasi yang dilakukan ini juga menurutnya sudah mencakup kondisi-kondisi tersebut.Dengan kondisi geografis yang sangat dekat dengan negara-negara tetangga, hal-hal seperti ini menurutnya perlu diantisipasi sejak dini. "Kita tidak berharap bencana itu ada. Tapi seandainya ada, kita sudah sangat siap. Bencana itu bisa apa saja. Asap, konflik, atau bahkan serangan teroris. Semua harus diantisipasi," ujarnya. [Echa Rahmania]


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU



Soal politik, Deddy Mizwar tak mau berkomentar banyak. Terkait kelanjutan koalisi PKS dan Gerindra, dan soal pasangan cawagub, Deddy bahkan bergeming. "Ya pokoknya, semua bisa berubah. Itu saja," sambil ngeloyor masuk mobil dinasnya.


Twitter Update

Cabuli Bocah Ingusan, Warga Palasah Majalengka ini Numpang di Rumah Teman https://t.co/3ciankwfWx
Pipin Chikal, Bidan Subang dengan Segudang Prestasi di Sirkuit https://t.co/GlLZhrdxXb
Jejak Seni Gembyung di Tengah Gempuran Musik Modern https://t.co/W41rm8gCiH
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page