Sambangi Pemkab, Pedagang: Kami Dijadikan Korban Bupati Subang

Ratusan pedagang pasar rakyat tradisional kembali melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Subang, Senin (18/9/2017). Aksi pedagang tradisioal itu memprotes kebijakan Pemkab Subang

Kali ini, ratusan pedagang tradisional itu membawa barang dagangannya seperti sayuran busuk. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan Pemkab yang merelokasi pedagang dan berdampak rugi hingga puluhan juta rupiah.

Berita Terkait:
Tagih Janji DPRD, Pedagang Bacakan 3 Butir Sumpah Pedagang Subang
Penertiban Lapak Pasar Tradisiobal Diwarnai Tangis Histeris Pedagang
Lapak Dirobohokan, Ratusan Pedagang Ngadu ke DPRD Subang

"Setelah delapan bulan direlokasi ke pasar rakyat, kami disana merugi. Dagangan kami banyak yang tidak laku, dan busuk. Kami dijadikan korban oleh bupati Subang, kami sudah nurut mau direlokasi. Tapi pemerintah tidak tegas, melempem" kata seorang pedagang, Nono kepada wartawan disela-sela aksinya.

Pedagang menilai pemerintah di bawah kepemimpinan Hj. Imas Aryumningsih tidak tegas dan konsisten dengan kebijakannya merelokasi pedagang, dari Pasar Panjang dan Puajsera ke Pasar Tradisional di belakang Terminal Kota Subang. Mayoritas pedagang mengeluhkan kerugian akibat minimnya pembeli yang datang ke pasar rakyat tersebut.

Di lain pihak, masih banyak pedagang yang berjualan di dua pasar yang mereka tinggalkan. Bahkan Nono menyebut Subang dibawah kepemimpinan Hj. Imas Aryumningsih bukan lagi disebut Subang kota kecil sejuta cerita, melainkan kota kecil sejuta pasar. "Ini pasar dimana-mana. Gimana ini, pemerintah tidak tegas. Kami sebut bunda Imas. Kenapa tidak tegas bu," katanya.

Dalam aksinya para pedagang terlihat sangat kesal, apalagi bupati yang ditunggu tidak kunjung menampakan dirinya. Selanjutnya pedagang menunjukan sayuran busuk yang tidak laku didepan kantor Bupati. "Ini buat ibu bupati, yang tega. Kami sudah modal minjam dari batak. Tapi akibat bupati tidak tegas kami merugi," katanya.

Dalam aksi yang mendapat pengawalan dari pihak kepolisian, satpam Pemkab Subang dan Satpol PP tersebut pedagang terus berorasi dihadapan kantor Bupati. Mereka menunggu bupati datang menemui mereka. "Bunda kami mengunggu disini, kami menunggu bunda," teriaknya.


____________
Dapatkan lintasan berita lainnya via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Jenazah TKI/PMI asal Subang, Muhamad Zeni tiba di rumah duka di di Cigugur Kidul, Kecamatan Pusakanagara, Subang… https://t.co/3SuoCqd9rw
Informasi lowongan kerja di Kabupaten Subang https://t.co/XElYsAouO9
Warga Desa Singawada Doakan Karna Sobahi Jadi Bupati Majalengka https://t.co/yGR5oEbGuA
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page